Jakarta- Modus pertarungan koin di TikTok menjadi pintu masuk bagi praktik live streaming pornografi yang dibongkar Bareskrim Polri. Enam tersangka diamankan dari dua lokasi berbeda dengan pola operasi yang hampir sama. Pelaku memanfaatkan fitur siaran langsung untuk menjaring penonton sebelum mengarahkan ke aplikasi Tevi.
Brigjen Pol. Adex Yudiswan mengungkapkan bahwa talent dibuat kalah dalam fitur Pertarungan Koin. Kekalahan tersebut memicu aksi membuka dan menutup pakaian sebagai hiburan bagi penonton. Host kemudian mengarahkan penonton memberikan tap-tap layar hingga target tertentu tercapai.
Perkara pertama melibatkan RA, RY, dan MK yang beroperasi dari Bandung hingga Cianjur. RA bertindak sebagai talent, RY sebagai host, dan MK sebagai pendukung siaran. Target tap-tap layar sekitar 5K-10K sebelum penonton dialihkan ke aplikasi Tevi.
Di aplikasi Tevi, penonton diwajibkan memiliki deposit untuk mengakses tayangan lanjutan. Pembelian Star atau Bintang senilai Rp5.000 menjadi syarat menonton konten lebih vulgar. RA diduga menampilkan konten seksual secara eksplisit dalam siaran lanjutan tersebut.
Keuntungan juga diperoleh melalui transfer langsung ke akun DANA para pelaku. Setiap transaksi bernilai Rp1.000 hingga Rp2.000 dari penonton yang ingin menyaksikan. Target pendapatan berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari setiap sesi siaran.
Perkara kedua berhasil diungkap di Lampung, Yogyakarta, dan Jawa Barat dengan tiga tersangka. PA, DI, dan SS mematok target donasi Rp250 ribu hingga Rp400 ribu per siaran. Aplikasi Tevi dipilih karena tidak membatasi konten seperti platform lainnya. (Avs)
0 Komentar