Dukung Langkah Presiden, Polri Akselerasi Pemadaman Karhutla dengan Teknologi dan Sinergi


Palangka Raya- Polri menunjukkan keseriusannya dalam mendukung direktif Presiden Prabowo Subianto dengan mengakselerasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Sabtu (22/8/2026), Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berada di Palangka Raya untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan sinergi TNI-Polri dalam memadamkan karhutla. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden ke Kalimantan yang menekankan pentingnya kecepatan dan keterpaduan dalam penanganan bencana asap yang mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.


Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dengan peningkatan signifikan pada Juli (7.175) dan periode 1–18 Agustus (7.655). Untuk merespons dinamika ini, Polri mengerahkan 168.500 patroli, 42.800 monitoring titik api, serta 1.420 operasi water bombing. Dukungan sarana prasarana juga terus dioptimalkan melalui 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, dan 647 menara pantau di tingkat nasional. Khusus Kalimantan Tengah, 7.775 personel gabungan disiagakan dengan didukung 379 menara pantau, 1.227 embung, dan 4.910 sumur bor.


Wakapolri menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi erat dengan TNI, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, pemerintah daerah, dan masyarakat. Teknologi juga menjadi andalan, dengan penggunaan drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception untuk mendeteksi anomali panas sejak dini. Di sisi penegakan hukum, Polri telah menerima 77 laporan dan menetapkan 70 tersangka dengan luas areal terbakar 987,6 hektare. "Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama," tegas Wakapolri, menegaskan komitmen Polri untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla yang semakin kompleks. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar