Mengisi Kembali Kolam yang Sepi, Menabur Asa di Lahan yang Dulu Terlantar


Nganjuk– Di sudut Desa Mancon, seorang mantan peternak lele mulai mengangkut ember-ember berisi air ke kolam yang sudah lama tak terpakai. Ia mengakui bahwa kegagalan di masa lalu sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri, tetapi keberadaan dapur SPPG memberinya alasan kuat untuk mencoba peruntungan lagi. Kini, ia tak hanya membersihkan kolam, tetapi juga membersihkan rasa ragu yang selama ini membelenggunya.


Dapur SPPG yang beroperasi di Kecamatan Wilangan menjadi pemantik utama karena kebutuhan akan lele konsumsi diperkirakan terus meningkat setiap bulannya. Pemilik kolam menghitung secara kasar berapa banyak ikan yang harus ia tebar untuk memenuhi sebagian dari permintaan tersebut. Ia pun membuat target kecil, yaitu agar kolam pertamanya bisa berproduksi dalam waktu tiga bulan ke depan.


Aiptu Wawan Sriwanto, Bhabinkamtibmas Desa Mancon, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberi arahan agar usaha ini tidak berhenti di tengah jalan. Ia mengingatkan bahwa kunci sukses budidaya lele terletak pada konsistensi dan kemauan untuk terus belajar dari kesalahan. "Jangan takut mencoba lagi, karena sekarang ada pasar yang menunggu," katanya memberikan semangat.


Selain memberikan saran teknis, Aiptu Wawan juga mendorong agar pemilik kolam mulai menjalin kerjasama dengan tetangga yang memiliki kolam serupa. Ia menilai bahwa sinergi antarwarga akan memperkuat posisi tawar mereka di hadapan pembeli dan memastikan pasokan tetap lancar. Dengan pola kerjasama yang baik, ketahanan pangan di level desa bisa terwujud tanpa harus bergantung pada pihak luar.


Pemilik kolam merespons semua usulan itu dengan antusias dan mulai merancang sistem pembagian tugas dengan keluarganya. Ia merasa bahwa usaha ini bukan sekadar mencari uang, tetapi juga membangun kebanggaan karena bisa menyumbang pangan bagi masyarakat sekitar. Optimismenya tumbuh seiring dengan semakin rapi dan bersihnya kolam yang ia kelola.


Kapolres Nganjuk menekankan pentingnya peran aktif aparat kepolisian dalam mendorong potensi lokal yang selama ini terpendam. Menurutnya, satu kolam yang dihidupkan kembali di Desa Mancon adalah bukti kecil bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari hal yang paling sederhana. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, ia yakin akan lahir lebih banyak lagi inisiatif serupa di masa mendatang. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar