Tomat, Motivasi, dan Harapan Baru dari Lahan Pekarangan Ngetos



Ngetos- Bagi warga Ngetos, tomat bukan lagi sekadar sayuran pelengkap masakan, tetapi simbol semangat yang ditanam langsung oleh Aiptu Prawoko bersama mereka. Program P2B yang didorong oleh Kanit Binmas ini mengubah pekarangan kosong menjadi ladang produktif yang memberi nilai tambah ekonomi. Setiap kali tanaman berbuah, itu artinya ada harapan baru yang tumbuh dari kerja keras dan pendampingan tanpa lelah.


Motivasi yang diberikan tak pernah berhenti pada kata-kata, melainkan diwujudkan melalui kunjungan rutin yang dinanti-nanti oleh warga. Petani merasa bangga karena usaha mereka diperhatikan secara langsung oleh aparat yang selama ini mungkin hanya mereka lihat di jalan raya. Rasa percaya diri pun meningkat, karena mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari gerakan besar untuk kemandirian pangan.


Selain aspek produksi, dialog yang tercipta juga menyentuh berbagai persoalan sosial yang selama ini terpendam di masyarakat. Warga mulai terbuka menceritakan kesulitan finansial, keterbatasan akses pasar, hingga harapan mereka terhadap perhatian pemerintah. Semua itu membuat Aiptu Prawoko semakin paham bahwa ketahanan pangan tak bisa dilepaskan dari ketahanan sosial yang lebih luas.


Dengan penuh keyakinan, ia berkomitmen untuk terus memfasilitasi setiap harapan yang disuarakan petani. Tomat-tomat yang merona di pekarangan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari berbagai inisiatif lain yang akan menyusul. P2B pun perlahan menjadi gerakan yang menginspirasi, membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang diambil dengan penuh cinta. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar