Nganjuk- Polres Nganjuk menggelar edukasi tentang kecerdasan buatan di SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan MAN 2 Kertosono pada Kamis (27/8) sebagai upaya membekali generasi muda dengan pemahaman teknologi yang komprehensif dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya pelajar, menghadapi era digital yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
Dalam sesi edukasi, tim Polres Nganjuk mengajak para pelajar mengenal lebih dekat bagaimana AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari aplikasi belajar, hiburan, hingga layanan publik yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan. Bukan sekadar membahas kecanggihan teknologi, edukasi ini juga menyoroti berbagai risiko yang muncul jika AI digunakan tanpa pemahaman yang memadai dan pengawasan yang bijak.
Pelajar diberikan pemahaman tentang pentingnya membedakan antara penggunaan AI yang bermanfaat dengan penggunaan yang dapat menimbulkan masalah, seperti penyebaran informasi yang keliru, pelanggaran hak cipta, hingga potensi kecanduan teknologi yang berdampak negatif pada kesehatan mental. Di sisi lain, AI juga menyimpan potensi luar biasa bagi anak muda yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bakat, menciptakan karya, hingga membuka peluang usaha dan karier yang inovatif.
Perkembangan AI yang begitu cepat membuat generasi muda dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi agar tidak menjadi korban teknologi, tetapi justru menjadi penguasa teknologi yang mampu memanfaatkannya secara optimal. Kemampuan menggunakan AI secara bijak dinilai dapat menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menghadapi dunia yang semakin bergantung pada kecerdasan buatan di berbagai sektor kehidupan.
Polres Nganjuk berharap edukasi ini tidak berhenti sebatas pengenalan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran kritis tentang cara menggunakannya secara bertanggung jawab dan etis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan pemahaman yang baik, AI diharapkan menjadi alat untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas, bukan justru menimbulkan persoalan baru yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Pesan yang disampaikan kepada para pelajar adalah agar mereka tidak menjadi penonton dalam perkembangan teknologi, tetapi menjadi bagian dari solusi dengan memanfaatkan AI untuk hal-hal positif. Kenali AI, manfaatkan potensinya, pahami risikonya, dan gunakan teknologi tersebut untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik. (Avs)

0 Komentar