Ngopi Bareng Bhabinkamtibmas, Curhat dan Solusi dalam Satu Gelas


Boyolali- Suasana santai di Polsek Nogosari berubah menjadi ruang konsultasi rakyat ketika Brigadir Agus Kurniawan menyeduh kopi untuk warga yang datang menyampaikan keluhan, dari masalah warisan hingga kekerasan rumah tangga, semua diceritakan dengan hati terbuka. Program KOPI CURHAT PAKBHABIN yang masuk nominasi Kompolnas Awards 2026 ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis bisa lebih efektif daripada prosedur birokrasi yang kaku. Tim Kompolnas yang melakukan visitasi pada Kamis (27/8) menyaksikan bagaimana gelas kopi menjadi jembatan komunikasi antara polisi dan masyarakat.


Brigadir Agus memulai program ini sejak 2021 dengan konsep sederhana, mengajak warga berbincang santai sambil menikmati kopi gratis yang disediakannya secara mandiri. Kegiatan ini menyasar berbagai lapisan, mulai dari anak muda, petani, hingga komunitas ormas, memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan persoalan tanpa rasa takut atau sungkan. Dari program ini, berbagai masalah berhasil dipecahkan, mulai dari konflik antarwarga hingga persoalan kenakalan remaja yang selama ini meresahkan.


Yang menarik, Brigadir Agus memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan setiap kegiatan KOPI CURHAT, sehingga jangkauannya meluas hingga jutaan pengikut di Instagram, TikTok, dan YouTube. Pendapatan dari monetisasi konten digunakan untuk mendukung produksi berikutnya dan bahkan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan atau pendidikan. Inovasi ini menunjukkan bahwa Bhabinkamtibmas bisa menjadi content creator sekaligus problem solver bagi warganya.


Anggota Kompolnas Dr. Yusuf mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Brigadir Agus karena mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat di era digital. "Kami melihat bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti pada komunikasi, tetapi juga menjadi sarana problem solving yang nyata bagi warga," ujarnya. Program ini juga telah meraih sejumlah penghargaan dari Kapolda Jateng dan Kapolres Boyolali sebagai bentuk pengakuan atas dampak positifnya.


Sementara itu, di Polsek Mertoyudan, tim Kompolnas juga meninjau program pengelolaan sampah berbasis 3R yang digagas Aiptu Dilia Eka Sari, yang berhasil mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi ini menjadi bukti bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak terbatas pada keamanan, tetapi juga mencakup pemberdayaan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kedua program ini menunjukkan bahwa kepolisian memiliki ruang kreatif untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi di tingkat desa.


Kunjungan Kompolnas ke Magelang dan Boyolali menjadi pengingat bahwa inovasi terbaik lahir dari kepedulian terhadap persoalan riil di lapangan, bukan dari ruang rapat yang tertutup. Baik melalui gelas kopi maupun pengelolaan sampah, para Bhabinkamtibmas ini telah membuktikan bahwa pendekatan yang dekat, humanis, dan konsisten mampu menciptakan perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kompolnas Awards 2026 menjadi ajang untuk mengapresiasi dan menyebarkan praktik baik ini ke seluruh Indonesia. (Avs)


Posting Komentar

0 Komentar