Di Reo, Makan Sepiring Bersama Lebih Berarti dari Bantuan Berkarung

Manggarai- Gempa yang mengguncang Kecamatan Reo mungkin telah meratakan bangunan, tetapi tidak mampu meruntuhkan semangat kebersamaan yang justru menguat ketika Kombes Pol Hasripuddin memilih duduk di lantai Masjid Nurul-Huda bersama warga yang kehilangan tempat tinggal. Jumat (28/8) menjadi hari yang istimewa karena Dansatgas SAR Korps Brimob tidak hanya memimpin operasi penyelamatan, tetapi juga memimpin perjamuan sederhana yang sarat makna, di mana setiap suapan nasi menjadi simbol solidaritas yang tak terbantahkan. Baginya, membantu korban bencana berarti memahami bahwa mereka bukanlah objek bantuan, melainkan saudara yang sedang membutuhkan uluran tangan dan hati.


Selepas salat Jumat yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan di tengah bangunan yang masih retak akibat gempa, suasana berganti menjadi kehangatan ketika tumpukan makanan dibagikan dan semua duduk melingkar tanpa sekat pangkat atau status. Kombes Pol Hasripuddin dengan cekatan mengambil posisi di antara anak-anak kecil yang masih ketakutan, mengajak mereka bercerita dan tertawa kecil untuk mengurangi trauma yang membekas di wajah polos mereka. Kehadirannya yang bersahaja membuat warga merasa bahwa aparat bukanlah sosok yang menakutkan, melainkan pelindung yang siap berbagi suka dan duka di saat paling sulit sekalipun.


Para tetua desa yang turut hadir mengungkapkan rasa haru karena selama bertahun-tahun mereka terbiasa melihat aparat datang hanya saat ada konflik atau peristiwa besar, tetapi kali ini mereka melihat sosok pemimpin yang benar-benar hanyut dalam kehidupan warga. Mereka bercerita tentang gempa yang terjadi beberapa hari sebelumnya, tentang luka-luka yang masih terbuka dan rumah-rumah yang masih menunggu perbaikan, semua disampaikan dengan mata berkaca-kaca. Kombes Pol Hasripuddin menyimak setiap kata dengan seksama, mengangguk, dan kadang memegang tangan mereka untuk memberikan kekuatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Di sela-sela makan siang yang hangat, diskusi ringan bergulir tentang rencana pemulihan jangka panjang, mulai dari pembangunan tempat tinggal sementara hingga penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak-anak yang sekolahnya rata dengan tanah. Warga menyampaikan bahwa mereka tidak ingin hanya menerima bantuan pasif, tetapi juga ingin dilibatkan dalam proses pembangunan kembali agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan mereka. Kombes Pol Hasripuddin menyambut baik semangat gotong royong ini dan berjanji akan memfasilitasi keterlibatan warga dalam setiap tahap rehabilitasi, karena menurutnya pemulihan terbaik adalah yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri untuk dirinya sendiri.


Kegiatan makan bersama ini menjadi pengingat bahwa tugas Satgas SAR tidak berakhir pada operasi evakuasi dan pendirian tenda pengungsian, tetapi berlanjut pada upaya membangun kembali kepercayaan diri dan semangat hidup masyarakat. Kombes Pol Hasripuddin menekankan kepada seluruh personel bahwa pendekatan yang humanis dan penuh empati adalah kunci untuk menyembuhkan luka batin yang sering kali lebih dalam daripada luka fisik akibat reruntuhan. "Kami hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk mendengar dan berbagi," ujarnya dalam pesan singkat kepada anggotanya, mengingatkan bahwa pelayanan terbaik adalah yang datang dari hati.


Menjelang sore, saat matahari mulai meredup dan bayangan masjid memanjang, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon kekuatan dan kesabaran bagi semua yang terkena musibah. Kombes Pol Hasripuddin berpamitan dengan janji akan kembali keesokan harinya, membawa bukan hanya material bangunan tetapi juga semangat baru bagi warga untuk memulai kembali dari nol. Di Reo, makan sepiring bersama telah mengajarkan bahwa kebersamaan adalah fondasi paling kokoh untuk membangun kembali kehidupan yang roboh, dan bahwa setiap suapan nasi yang disantap bersama adalah benih persaudaraan yang akan terus tumbuh sepanjang masa. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar