Spekulasi atau Fakta? DPR Desak Polri Buka Tabir Kematian Sutrimo dengan Forensik


Jakarta- Anggota Panja DPR Hasbiallah Ilyas secara terang-terangan menyatakan bahwa kematian Sutrimo, yang diduga sebagai penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, memiliki indikasi kuat mengarah pada keracunan . Penilaian ini didasarkan pada kondisi fisik jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, sebuah temuan yang menurutnya memerlukan pembuktian ilmiah melalui uji laboratorium dan otopsi . Ia mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan, agar tidak meninggalkan ruang bagi spekulasi yang dapat mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum . Hasbi menegaskan, dalam kasus sekaliber ini, tidak ada kompromi terhadap ketidakpastian.


Hasbi menyoroti bahwa latar belakang Sutrimo sebagai orang dekat mantan Jampidsus membuat kasus ini memiliki bobot yang luar biasa. Jika tidak segera ditangani secara transparan dan akuntabel, hubungan ini berpotensi melahirkan berbagai tafsir liar yang justru akan merugikan proses hukum itu sendiri . Ia pun meminta Polri untuk mengedepankan scientific crime investigation sebagai satu-satunya pendekatan yang mampu menjawab semua pertanyaan publik dan mengungkap kebenaran di balik kematian almarhum . Hasbi mengingatkan, hanya dengan ketegasan dan keterbukaan, Polri dapat membendung arus informasi yang simpang-siur di masyarakat dan menuntaskan teka-teki ini secara tuntas.


Dukungan serupa juga datang dari anggota Komisi III lainnya, Rudianto Lallo, yang menekankan bahwa publik menunggu hasil penyelidikan yang komprehensif, bukan sekadar asumsi . Ia meminta seluruh pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan dan memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mengumpulkan bukti-bukti yang kuat. Transparansi, menurut Rudianto, adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat, baik ketika hasil akhir menunjukkan adanya tindak pidana maupun sebaliknya . Ia juga mengingatkan bahwa aparat penegak hukum harus bekerja tanpa tekanan dari pihak mana pun, demi keadilan bagi keluarga korban dan kepastian bagi publik yang sedang menunggu . Kematian Sutrimo kini menjadi titik uji bagi kredibilitas Polri, dan DPR berkomitmen untuk mengawal proses ini hingga tuntas. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar