Polisi, Petani, dan Jagung: Tiga Kekuatan yang Menggetarkan Nganjuk


Nganjuk- Ada pemandangan langka di Desa Ngadipiro: seorang polisi berbaju cokelat dengan sabuk lengkap, tetapi tidak mengejar penjahat, melainkan mengejar jagung yang siap panen. Bripka Yuli Priyanto hadir sebagai Bhabinkamtibmas yang menjalankan instruksi Kapolres Nganjuk untuk memperkuat ketahanan pangan dari akar rumput. Sabtu pagi itu, ia tidak memakai tongkat komando, melainkan membawa buku catatan dan rasa penasaran yang tulus terhadap kehidupan petani.


Setibanya di lokasi, Bripka Yuli langsung diterima dengan hangat oleh para petani yang sedang berkumpul di gubuk kecil. Ia duduk bersila, melepas sepatunya, dan mulai bertanya tentang pengalaman bertani mereka, mulai dari musim tanam hingga kendala pemasaran. Suasana yang akrab membuat petani berbicara terbuka, bahkan tentang utang pupuk yang masih mereka tanggung dan kekhawatiran soal harga jual yang tidak menentu.


Pemilik lahan utama di wilayah itu menceritakan bagaimana jagungnya sempat terserang penyakit karat, tetapi berkat saran Bripka Yuli yang cepat merespons, ia bisa menyelamatkan 80 persen tanamannya. "Saya tidak akan lupa, Pak Bhabin langsung menghubungi penyuluh pertanian saat itu juga," katanya dengan penuh terima kasih. Ia menambahkan bahwa kehadiran polisi di ladang telah mengubah stigma bahwa aparat hanya datang saat ada masalah besar.


Bripka Yuli pun memberikan pandangan baru tentang bagaimana petani bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan hasil panen secara langsung ke konsumen, memotong rantai distribusi yang panjang. Ia juga mengingatkan agar petani tidak tergoda menjual jagung dalam kondisi basah dengan harga murah, melainkan sabar menjemur hingga kadar air ideal. Menurutnya, harga jagung kering bisa melonjak dua kali lipat jika dijual pada waktu yang tepat.


Mendengar saran itu, para petani saling berpandangan dan mengangguk penuh semangat. Mereka berjanji akan membentuk koperasi kecil untuk menyimpan hasil panen bersama dan menjualnya saat harga sedang tinggi. Dengan langkah ini, mereka tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pengusaha yang mengatur sendiri nasib ekonominya. Bagi mereka, Bhabinkamtibmas adalah bukti bahwa kepolisian bisa menjadi motor perubahan sosial yang nyata di Nganjuk.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar