Mojokerto- Senin pagi di Mojokerto bukan lagi sekadar awal pekan biasa, melainkan momen berharga bagi pelajar untuk menerima wejangan langsung dari aparat kepolisian. Program Police Go to School yang diprakarsai Polres Mojokerto Kota telah berhasil mengubah rutinitas upacara bendera menjadi ajang pembinaan karakter massal. Kapolres, Wakapolres, dan para Kapolsek secara bergiliran turun langsung ke sekolah-sekolah, membawa misi mulia mencetak generasi muda yang sadar hukum dan berbudaya tertib.
Kehadiran personel Polri di lingkungan pendidikan mendapat sambutan hangat dari para guru dan orang tua siswa. Iptu Suhartanto menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun kedekatan emosional antara polisi dengan pelajar, menghilangkan sekat-sekat kaku yang kerap terbentuk di masyarakat. Dalam suasana akrab, para siswa diajak memahami bahwa polisi adalah mitra mereka, bukan sosok yang harus ditakuti, selama mereka mematuhi aturan dan menjauhi hal-hal negatif.
Isu-isu krusial seperti penyalahgunaan narkoba, miras, dan kenakalan remaja menjadi topik hangat yang selalu diangkat dalam setiap sesi. Tidak ketinggalan, pesan tentang etika bermedia sosial dan kewaspadaan terhadap hoaks turut disisipkan mengingat tingginya penggunaan gadget di kalangan pelajar. Lebih dari sekadar pengetahuan, Police Go to School menekankan pembentukan kesadaran internal bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketertiban lingkungan sekitarnya.
Kepala SMA Negeri 1 Dawarblandong, Edy Sucahyono, menyebut program ini sebagai terobosan cemerlang yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik, ia berharap edukasi kamtibmas ini tidak berhenti di gerbang sekolah, tetapi meresap menjadi kebiasaan positif dalam keseharian siswa. Polres Mojokerto Kota pun optimis bahwa sinergi dengan dunia pendidikan akan terus melahirkan generasi penerus yang tangguh, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan serta ketertiban masyarakat. (Avs)

0 Komentar