Jatipunggur- Sabtu, 1 Agustus 2026, menjadi momen penuh haru bagi Bripka Agung ketika ia menyaksikan langsung transformasi pekarangan warga binaannya di Desa Jatipunggur. Bhabinkamtibmas Polsek Patianrowo itu datang untuk mengecek perkembangan program Pekarangan Pangan Bergizi, tetapi ia justru menemukan cerita inspiratif tentang perjuangan seorang warga yang mengubah lahan sempit menjadi sumber pangan dan penghasilan. Dari hanya belasan polybag, kini ratusan polybag kangkung tumbuh subur dan menjadi primadona di lingkungan sekitar.
Saat berkeliling, Bripka Agung mengamati bagaimana pemilik lahan mengatur jarak tanam dan sistem rotasi panen agar kangkung selalu tersedia setiap hari. Ia duduk bergelantungan di serambi rumah, mendengarkan kisah tentang awal mula mencoba menanam dengan modal nekat, kegagalan karena hama ulat, hingga akhirnya menemukan metode pengendalian alami dengan ekstrak daun pepaya. Cerita itu membuat Bripka Agung semakin yakin bahwa petani pekarangan adalah pahlawan pangan yang sering terabaikan.
Pemilik lahan mengaku bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas yang rutin memberi semangat adalah salah satu faktor keberhasilannya. "Pak Bhabin selalu bilang, jangan lihat hasil hari ini, lihat hasil setahun dari sekarang. Kata-kata itu yang membuat saya tetap bertahan," kenangnya sambil tersenyum. Ia juga menceritakan bahwa tetangga-tetangganya mulai penasaran dan banyak yang datang belajar, sehingga semangat gotong royong di desa semakin terasa.
Bripka Agung memberikan apresiasi yang mendalam dan mendorong agar pemilik lahan mulai berpikir untuk memperluas pemasaran ke luar desa, misalnya dengan memanfaatkan media sosial atau grup WhatsApp. Menurutnya, sayuran segar dari pekarangan memiliki daya tarik tersendiri di kalangan ibu-ibu perkotaan yang mulai sadar akan pentingnya pangan organik. Ia juga menawarkan bantuan untuk pembuatan kemasan sederhana yang bisa menambah nilai jual produk.
Petani pekarangan itu pun bertekad untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mulai menjalin kerjasama dengan warung makan di sekitar Jatipunggur untuk memasok kangkung segar setiap hari. Mereka juga berjanji akan terus berbagi ilmu dan pengalaman dengan warga lain yang ingin memulai usaha serupa. Dengan dukungan penuh dari Bhabinkamtibmas, mereka yakin bahwa Sabtu pagi yang istimewa ini adalah titik balik di mana Jatipunggur mulai dikenal bukan hanya sebagai desa yang tenang, tetapi sebagai desa yang produktif dan mandiri dalam ketahanan pangan.(Avs)

0 Komentar