Survei Kompas Tunjukkan Kenaikan, Norman: Ini Pertanda Masyarakat Mulai Melihat Polri Baru


Kanjeng Pangeran Norman tersenyum tipis saat membaca rilis hasil survei Litbang Kompas yang menempatkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri di angka 82,4 persen. Baginya, angka ini adalah konfirmasi bahwa masyarakat mulai melihat perubahan yang selama ini dijanjikan oleh reformasi internal kepolisian. Ia mengatakan bahwa kenaikan 6,2 persen dari tahun lalu adalah angka yang signifikan, terutama di tengah dinamika sosial yang kerap membuat kepercayaan publik mudah goyah. Norman menilai bahwa kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berhasil mengarahkan Polri menuju arah yang lebih profesional dan berorientasi pada pelayanan.


Norman menjelaskan bahwa peningkatan kepercayaan ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti kemudahan dalam pembuatan SKCK, pelayanan pengaduan yang lebih responsif, serta penanganan kasus-kasus kejahatan yang semakin transparan. Ia menyebut bahwa masyarakat sekarang lebih mudah mengakses informasi tentang perkembangan kasus yang mereka laporkan, sebuah kemajuan yang sebelumnya sulit dibayangkan. Namun, Norman juga mengingatkan bahwa survei ini adalah potret pada satu titik waktu, dan kepercayaan bisa turun sewaktu-waktu jika ada kelalaian atau pelanggaran yang terjadi. Karena itu, ia meminta agar Polri tidak lengah.


Sementara itu, Norman juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai modal dasar dalam membangun kemitraan dengan masyarakat. Ia mengatakan bahwa ketika kepercayaan tinggi, masyarakat akan lebih percaya diri untuk melibatkan polisi dalam penyelesaian masalah-masalah sosial, seperti konflik warga atau pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Norman mencontohkan bahwa di beberapa wilayah, peningkatan kepercayaan berhasil menurunkan angka premanisme dan perjudian karena masyarakat lebih berani melapor. Ia berharap agar tren ini terus berlanjut dengan pembenahan yang lebih mendalam di level teknis operasional.


Di akhir sambutannya, Norman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam mengawal reformasi Polri. Ia percaya bahwa kepercayaan publik adalah hasil dari kerja bersama antara aparat dan warga, bukan sesuatu yang datang begitu saja. Dengan semangat transparansi dan akuntabilitas, Norman optimis bahwa Polri akan semakin dekat dengan rakyat dan semakin efektif dalam menjalankan tugasnya. Ia menutup dengan harapan bahwa angka 82,4 persen akan menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi lagi di masa depan. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar