Bukan Operasi Kepolisian, Melainkan Operasi Kesuburan di Lahan Cabai Ngetos


Aiptu Prawoko mengawali hari Sabtu dengan cara yang tidak biasa bagi seorang polisi: memeriksa kelembaban tanah dan menghitung jumlah cabai yang masih bisa dipanen dari tanaman tua. Ia bersama anggota Polsek Ngetos melaksanakan arahan Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan yang menginstruksikan jajarannya untuk mengalokasikan waktu khusus bagi pendampingan ketahanan pangan. Lahan yang mereka datangi bukanlah lokasi kejahatan, tetapi ladang milik warga yang mulai kehilangan vitalitasnya, sehingga peremajaan menjadi topik utama diskusi. Petani setempat mengaku lega karena polisi tidak hanya bertanya tentang keamanan, tetapi juga peduli pada masalah sehari-hari yang mereka hadapi.


Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menambahkan bahwa pendekatan ini adalah bagian dari transformasi Polri yang tidak lagi hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Ia mengatakan bahwa banyak petani yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi kurang mendapatkan akses informasi dan motivasi untuk memperbaiki metode bertani mereka. Dalam dialog yang berlangsung santai, Aiptu Prawoko mendengar pengalaman petani tentang gagal panen akibat musim kemarau panjang, yang membuat mereka ragu untuk menginvestasikan tenaga pada peremajaan. Kapolsek kemudian memberi contoh bahwa di desa tetangga, peremajaan dengan bibit tahan kekeringan berhasil meningkatkan hasil panen hingga 40 persen.


Sementara itu, Kapolres menekankan bahwa peremajaan tanaman cabai bukanlah pekerjaan sekali jadi, melainkan siklus yang harus direncanakan dengan matang. Ia mengibaratkan seperti merawat kendaraan yang harus rutin diservis agar tetap prima, dan lahan pertanian pun demikian. Aiptu Prawoko mencatat bahwa beberapa petani masih menggunakan pola tanam tradisional tanpa memperhatikan rotasi dan istirahat tanah, sehingga produktivitas menurun drastis setelah beberapa musim. Ia lalu merekomendasikan sistem tanam bergilir dengan tanaman pengikat nitrogen, seperti kacang hijau, untuk mengembalikan unsur hara secara alami. Para petani tampak antusias mendengarkan, karena selama ini mereka belum pernah mendapatkan penjelasan sederhana seperti itu.


Kegiatan diakhiri dengan petani berjanji akan memulai peremajaan pada pekan depan, dengan bantuan personel Polsek untuk mengkoordinasikan kebutuhan bibit dan pupuk. Kapolsek Jajuli berharap bahwa sinergi ini akan terus berlanjut hingga musim tanam berikutnya, sehingga tidak ada lagi lahan yang terbengkalai karena ketidaktahuan atau ketakutan. Ia juga mengajak petani untuk saling berbagi pengalaman setelah peremajaan selesai, agar pengetahuan yang didapat dapat menyebar ke seluruh kelompok tani di Ngetos. Dengan langkah kecil yang konsisten, Polri optimis dapat menjadi katalis perubahan positif di sektor pertanian pedesaan. (Avs) 

Posting Komentar

0 Komentar