Minggu-minggu sebelum ujian praktik SIM, jantung para peserta biasanya berdebar tak karuan. Tapi setelah Kamis, 9 April 2026, puluhan pemohon SIM roda empat di Nganjuk mengalami perubahan mental yang signifikan. Mereka mengikuti pelatihan "Polantas Menyapa" yang dipandu Briptu Naufal dari Satlantas Polres Nganjuk. Bukan hanya teknik mengemudi yang diajarkan, tapi juga manajemen kecemasan. Briptu Naufal tahu betul bahwa kegagalan seringkali bukan karena tidak bisa mengemudi, melainkan karena panik di tengah lintasan.
AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun aspek psikologis peserta. "Kami tidak hanya mengajarkan cara memutar kemudi atau menginjak rem. Kami mengajarkan bagaimana tetap tenang saat ada kendaraan lain mendekat, bagaimana tidak panik saat mobil mati mendadak di tanjakan, dan bagaimana menyusun ulang fokus setelah melakukan kesalahan kecil. Ini semua adalah keterampilan mental yang tidak kalah penting dari keterampilan fisik," ujarnya. Briptu Naufal menggunakan teknik role play, di mana ia sengaja membuat situasi darurat palsu, seperti klakson dari belakang atau suara sirine, untuk melatih peserta tetap fokus.
Para peserta yang awalnya grogi perlahan menunjukkan perubahan. Bahasa tubuh mereka lebih rileks, napas lebih teratur, dan gerakan mengemudi lebih halus. "Saya dulu gemetar setiap kali akan mulai ujian. Setelah dilatih Pak Briptu, saya jadi tahu cara mengatur napas dan tidak terburu-buru. Ujian praktik terasa seperti latihan biasa," kata seorang peserta laki-laki. Briptu Naufal juga memberikan afirmasi positif di akhir sesi, mengingatkan setiap peserta bahwa mereka sudah mampu dan hanya perlu menunjukkan kemampuan itu saat ujian.
Penutup dari pelatihan mental ini adalah tentang polisi yang berperan sebagai psikolog dadakan. Polres Nganjuk menyadari bahwa mengemudi yang aman lahir dari pengemudi yang tenang. Dengan mengubah rasa grogi menjadi percaya diri, Briptu Naufal tidak hanya membantu peserta lulus ujian, tapi juga membantu mereka menjadi pengemudi yang lebih sadar dan tidak mudah panik di jalan raya. Dan itulah, pada akhirnya, kontribusi nyata bagi keselamatan lalu lintas di Nganjuk. (Avs)

0 Komentar