Nganjuk Heboh: Polda Jatim Datang dengan Layanan Kesehatan Gratis dan Ribuan Paket Sembako


Balai Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Jumat (15/5/2026) pagi itu tidak seperti biasanya. Sejak pukul 06.00 WIB, warga sudah mulai berkerumun. Bukan demo atau konflik, melainkan antrean panjang untuk mengikuti Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan yang digelar Polda Jawa Timur. Dalam hitungan jam, 1.781 warga tercatat hadir dan dilayani oleh tim medis dari Biddokkes Polda Jatim dan RS Bhayangkara. Mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari berbagai poli, mulai dari penyakit dalam hingga akupuntur. Di akhir acara, semua warga yang datang membawa pulang paket sembako. Tidak heran jika Nganjuk heboh.

Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, menyebut angka 1.781 warga adalah bukti nyata kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang terjangkau. “Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan bantuan sosial,” ungkapnya. Total layanan kesehatan yang diberikan mencapai 1.796, bahkan melebihi jumlah warga yang hadir. Artinya, banyak warga yang tidak hanya puas dengan satu layanan, tetapi juga memeriksakan diri ke poli lain. Poli Dalam menjadi primadona dengan 854 pelayanan, disusul Laboratorium (428), Poli Mata (188), EKG (114), Akupuntur (83), THT (70), Gigi (57), dan yang menarik: layanan hapus tato sebanyak 2 pelayanan.

Kehadiran layanan hapus tato ini menjadi perhatian tersendiri. Dua warga yang sebelumnya memiliki tato memutuskan untuk membersihkannya, mungkin sebagai simbol memulai lembaran baru. Sementara itu, ratusan warga lainnya tampak antusias memeriksakan tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol. Bagi warga lansia yang jarang ke puskesmas karena keterbatasan biaya, acara ini seperti oase di tengah gurun. Setelah pemeriksaan selesai, satu per satu warga menerima paket sembako yang telah disiapkan. Total 1.781 paket dibagikan, tepat dengan jumlah peserta.

“Kami berharap kegiatan sosial seperti ini dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” pungkas Kombes Abast. Dari Nganjuk, Polda Jatim menunjukkan bahwa program Polri Untuk Masyarakat bukan sekadar slogan. Ia adalah rangkaian aksi nyata: tim medis yang turun ke desa, antrean panjang yang diatur dengan sabar, dan ribuan paket sembako yang dibagikan satu per satu. Di ujung acara, yang tersisa adalah senyum warga dan rasa percaya bahwa polisi benar-benar ada untuk mereka.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar