Di tengah hiruk-pikuk berita dunia tentang kelangkaan energi, Polresta Malang Kota memilih strategi akar rumput dengan mengumpulkan komunitas ojek online di Taman Merjosari, Selasa (7/4/2026). AKP Rio Angga yang memimpin langsung pertemuan itu tidak mengeluarkan satu pun surat tilang, melainkan ajakan waspada terhadap provokasi yang bisa memecah belah warga. Dengan jumlah anggota mencapai 700 orang, para driver dianggap memiliki jangkauan paling luas untuk menyampaikan informasi yang benar dan menenangkan.
Satlantas Polresta Malang Kota bahkan menjanjikan posisi sebagai "rumah kedua" bagi setiap pengemudi yang menghadapi masalah di lapangan, sebuah bentuk dukungan moril dan legal yang sangat dibutuhkan. Ketua PDOI, Puji Waluyo, menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen mengajak seluruh driver menjadi duta ketertiban, bukan justru ikut menyebarkan kepanikan. Yang menarik, pembahasan Kamseltibcarlantas hanya menjadi latar belakang, sementara inti utamanya adalah literasi informasi di era global yang rentan hoaks.
Apa yang terjadi di Malang ini bisa menjadi contoh nasional tentang bagaimana kepolisian dan komunitas transportasi daring bisa bersinergi secara humanis. Tidak ada ego sektoral, yang ada adalah saling menguatkan untuk menjaga suhu politik dan sosial tetap dingin. Di akhir pertemuan, yang tersisa bukanlah rasa takut, melainkan keyakinan bahwa dari balik kemudi motor, sebuah kota bisa dijaga ketenangannya.(Avs)

0 Komentar