Di balik angka fantastis ini, ada jaminan nyata bagi masyarakat. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo secara tegas menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Polri telah menyiapkan strategi distribusi masif bersama Bulog, dengan alokasi 80.000 ton beras dan puluhan ribu kiloliter minyak goreng setiap bulannya. Tujuannya jelas: memotong rantai distribusi yang tidak efisien dan memastikan harga di tingkat konsumen akhir tetap stabil dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memaparkan bahwa ini adalah hasil dari kerja keras dan perencanaan yang matang. Target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton diproyeksikan akan mendongkrak stok akhir tahun menjadi lebih dari 5 juta ton. Kondisi surplus ini adalah fondasi utama untuk mewujudkan cita-cita swasembada pangan nasional. Kesiapan pasokan juga diperkuat dengan stok minyak goreng 43.000 kiloliter per bulan dan gula yang memadai, khususnya untuk mengamankan kebutuhan selama bulan suci Ramadhan dan perayaan Idulfitri.
Program Gerakan Pangan Murah yang digalakkan Polri menjadi ujung tombak distribusi ini. Dari Aceh hingga Papua, bazar dan pasar murah digelar serentak, menyalurkan ribuan ton beras langsung ke tangan masyarakat. Pada hari puncak kegiatan, lebih dari 1.337 ton beras dibagikan kepada hampir 300.000 warga. Dengan capaian ini, sinergi TNI-Polri dan Bulog terbukti efektif meredam inflasi pangan. Stok beras yang berada di level tertinggi sepanjang sejarah menjadi tameng kuat bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.(Avs)

0 Komentar