SURABAYA - Polda Jawa Timur tidak main-main dalam menyambut arus mudik dan liburan Lebaran tahun ini. Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, mereka secara resmi merilis peta kerawanan yang mencakup ribuan titik, mulai dari lokasi ibadah hingga objek wisata. Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, mengungkapkan bahwa fokus utama operasi ini adalah menjaga kekhusyukan ibadah umat, baik yang menjalankan Ramadhan, Shalat Idul Fitri, maupun umat Hindu yang merayakan Nyepi dan Tahun Baru Saka. "Arus lalu lintas adalah dampak, namun Kamtibmas di lingkungan warga dan rumah ibadah adalah hal yang fundamental," tegasnya.
Data yang dipaparkan Kombes Abast menunjukkan skala operasi yang sangat besar. Sebanyak 18.365 lokasi shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun lapangan, akan menjadi titik konsentrasi personel. Tak berhenti di situ, 488 lokasi wisata dan hiburan, 274 pusat perbelanjaan, serta 68 terminal juga masuk dalam daftar prioritas. Pihaknya juga mengamankan 12 pelabuhan besar dan 79 pelabuhan rakyat, 6 bandara, 53 stasiun kereta api, hingga SPBU yang berpotensi mengalami antrean panjang. Semua titik ini dipetakan sebagai area yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas jika tidak diawasi.
Menurut Kombes Abast yang juga menjabat Kasatgas Humas, pendekatan ini diambil karena mudik bukan sekadar fenomena lalu lintas, melainkan fenomena sosial total. Ketika jutaan orang bergerak, beribadah, dan berlibur di waktu yang bersamaan, potensi gesekan meningkat. "Mudik penting, namun khidmat ibadah dan stabilitas Kamtibmas adalah fondasi," tegasnya. Karena itu, operasi yang digelar sejak 13 Maret 2026 ini tidak hanya melibatkan personel lalu lintas, tetapi juga unit-unit pemeliharaan keamanan dan intelijen yang tersebar di seluruh penjuru Jatim.
Di sela-sela kesibukan pengamanan, Kombes Abast juga menyampaikan imbauan hangat kepada masyarakat. Ia meminta para pemudik untuk tidak lupa memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman. Koordinasi dengan pengurus RT/RW dan petugas keamanan lingkungan setempat sangat dianjurkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Mari kita bersama-sama wujudkan, Mudik Aman Keluarga Bahagia," pesannya, mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi objek pengamanan, tetapi juga subjek yang aktif menjaga lingkungannya sendiri.
Dengan terpetakannya ribuan titik rawan, Polda Jatim menunjukkan kesiapan penuh dalam menghadapi dinamika mudik dan liburan tahun ini. Masyarakat diharapkan dapat merasakan kehadiran polisi tidak hanya di jalan raya, tetapi juga di tempat-tempat ibadah, pusat keramaian, hingga destinasi wisata. Operasi Ketupat Semeru 2026 menjadi bukti bahwa keamanan adalah hak semua warga negara, di mana pun mereka berada dan apa pun yang mereka lakukan selama masa liburan panjang ini. (Avs)

0 Komentar