Di era digital yang serba cepat ini, interaksi manusiawi seringkali terlupakan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Satlantas Polres Nganjuk. Mereka justru memutar balikkan arus dengan meluncurkan program "Polantas Menyapa". Rabu siang di Taman Kota, Aipda Hariono menjadi ujung tombak program ini dengan duduk santai bersama komunitas ojek online. Di sela-sela obrolan ringan, ia menyelipkan pesan-pesan kemanusiaan tentang pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya.
Pesan paling kuat yang ia sampaikan adalah soal helm. Bukan sekadar helm, tetapi helm yang memiliki sertifikasi SNI. Aipda Hariono menggambarkan helm SNI sebagai "penjaga nyawa" yang paling setia saat pengendara terjatuh. Ia mengajak para pengemudi untuk tidak pelit membeli helm berkualitas, karena harga sebuah helm tidak sebanding dengan nilai sebuah nyawa. Diskusi ini berhasil membuka mata banyak pengemudi tentang betapa rentannya mereka di jalan tanpa perlindungan yang memadai.
Pendekatan yang menyentuh ini diapresiasi oleh AKP Ivan Danara Oktavian. Ia mengatakan bahwa keselamatan lalu lintas adalah hak setiap warga negara, dan polisi berkewajiban untuk menjaminnya. Cara terbaik untuk menjaminnya adalah dengan membangun kesadaran, bukan dengan menakut-nakuti. "Polantas Menyapa" adalah wujud nyata dari upaya preventif yang membumi, di mana polisi turun tangan langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk merawat keselamatan bersama.
Para pengemudi ojek online pun menyambut hangat kedatangan Aipda Hariono. Mereka merasa diperhatikan dan diingatkan dengan cara yang paling manusiawi. Dari obrolan santai di taman kota, benih-benih kepedulian terhadap keselamatan mulai bersemi. Satlantas Polres Nganjuk berharap, dengan terus menyapa dan berdialog, akan tercipta ekosistem lalu lintas yang tertib dan selamat di Kabupaten Nganjuk, di mana setiap pengendara sadar bahwa pulang dengan selamat adalah hadiah terindah bagi keluarga.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar