Menyetarakan Bintang di Ibu Kota: Lemkapi Dorong Kapolda Metro Ikuti Jejak Pangdam Jaya


Ketika Panglima TNI secara resmi menaikkan pangkat Pangdam Jaya menjadi Letnan Jenderal (bintang tiga) pada Kamis (26/3/2026), sebuah diskusi baru muncul di kalangan pengamat kepolisian. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan, menilai bahwa langkah progresif ini seharusnya juga diikuti oleh institusi Polri, khususnya di lingkungan Polda Metro Jaya. Menurutnya, tugas dan tanggung jawab Kapolda Metro yang mengamankan ibu kota negara tidak kalah berat dibanding Pangdam Jaya. Oleh karena itu, secara logika dan kebutuhan struktural, pangkat Kapolda Metro yang saat ini masih Inspektur Jenderal (bintang dua) layak untuk dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal (bintang tiga) agar terjadi kesetaraan di level pimpinan tertinggi di wilayah DKI Jakarta.

Edi Hasibuan mengungkapkan bahwa kajian akademik yang dilakukan lembaganya menunjukkan bahwa beban kerja dan kompleksitas masalah yang dihadapi Pangdam Jaya dan Kapolda Metro nyaris seimbang. Keduanya sama-sama bertanggung jawab atas stabilitas keamanan di pusat pemerintahan, menghadapi potensi ancaman yang berlapis, serta memimpin ribuan personel dalam menjaga ketertiban masyarakat. Dengan demikian, menurutnya, kesetaraan pangkat bukan sekadar urusan seremonial, tetapi kebutuhan fungsional untuk menciptakan koordinasi yang lebih harmonis. Apalagi, dalam berbagai operasi gabungan, keseimbangan level antar pejabat menjadi faktor penting yang mempengaruhi efektivitas pengambilan keputusan di lapangan.

Lebih lanjut, mantan anggota Kompolnas periode 2012–2016 ini menjelaskan bahwa penyesuaian pangkat Kapolda Metro akan membawa efek berjenjang pada struktur di bawahnya. Jika Kapolda naik menjadi Komjen, maka secara otomatis Wakapolda yang saat ini dijabat Irjen Pol perlu disesuaikan, demikian pula para Kasatker di lingkungan Polda Metro yang seharusnya naik pangkat menjadi Brigjen Pol (bintang satu). Penyesuaian ini, menurut Edi, bukan sekadar mengejar gengsi, tetapi untuk menciptakan harmonisasi struktural yang utuh di jajaran kepolisian yang bertugas di ibu kota. Tanpa kesetaraan di level bawah, potensi ketimpangan psikologis dan administratif justru akan muncul di kemudian hari.

Edi Hasibuan juga membandingkan praktik yang berlaku di berbagai ibu kota negara di dunia. Ia mencontohkan Tokyo, Beijing, hingga New York, di mana kepala kepolisian metropolitan mereka memiliki pangkat yang setara dengan bintang tiga. Menurutnya, hal ini mencerminkan kesadaran global bahwa pengamanan ibu kota membutuhkan level kepemimpinan yang sepadan dengan kompleksitas tantangan yang dihadapi. Indonesia, sebagai negara besar dengan dinamika perkotaan yang sangat kompleks di Jakarta, seharusnya tidak ketinggalan dalam hal ini. Promosi kenaikan pangkat Pangdam Jaya menjadi momentum yang tepat bagi Polri untuk melakukan penyesuaian serupa, sehingga terjadi keseimbangan yang sehat antar lembaga.

Dengan dilantiknya Letjen TNI Deddy Suryadi sebagai Pangdam Jaya dalam prosesi yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, publik kini menanti apakah akan ada langkah serupa dari Kapolri. Edi Hasibuan mengakhiri pernyataannya dengan harapan bahwa usulan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan Polri. Baginya, kesetaraan pangkat antara Pangdam Jaya dan Kapolda Metro bukan hanya tentang simbol, tetapi tentang menciptakan ekosistem koordinasi yang lebih solid di ibu kota. Dengan sinergi yang semakin kuat antara TNI dan Polri di level puncak, diharapkan keamanan dan ketertiban di Jakarta dapat terjaga dengan lebih optimal, memberikan rasa aman bagi seluruh warga dan kelancaran roda pemerintahan. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar