Lebaran 2026: Lonjakan Sejarah, Penurunan Kecelakaan, dan Polri yang Tak Usai Mengawal


Operasi Ketupat 2026 mencatat sejarah baru. Puncak arus mudik pada 18–19 Maret lalu menjadi yang tertinggi sepanjang masa dengan 270.315 kendaraan keluar Jakarta. Namun di balik lonjakan yang luar biasa ini, Polri berhasil mencatatkan pencapaian yang tak kalah membanggakan: penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen dan penurunan fatalitas korban meninggal hingga 30,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 25 Maret, operasi resmi ditutup, namun perhatian terhadap arus balik belum berakhir. Polri melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret.

Brigjen Pol Tjahyono Saputro, Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, menjelaskan bahwa hingga 25 Maret pagi, total kendaraan yang kembali ke Jakarta baru mencapai 1.958.838 unit atau sekitar 57,71 persen dari proyeksi 3,4 juta kendaraan. Dengan demikian, diperkirakan masih ada sekitar 42,29 persen arus balik yang akan terjadi pada gelombang kedua, yaitu 28–29 Maret. Untuk itu, Polri memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana melalui KRYD, termasuk di jalur tol, pelabuhan, dan simpul-simpul transportasi lainnya.

Keberhasilan mengelola lonjakan lalu lintas selama operasi tidak lepas dari strategi rekayasa yang diterapkan secara dinamis, seperti contraflow, one way lokal Presisi, hingga one way nasional. Pemanfaatan tol fungsional, termasuk Japek II Selatan dan Bocimi, terbukti menjadi solusi efektif dalam mengurai kepadatan di jalur utama. Di sektor penyeberangan, koordinasi cepat antarinstansi mampu mengatasi kepadatan yang sempat terjadi di Gilimanuk, sehingga arus kendaraan dan penumpang tetap bergerak lancar.

Sepanjang Operasi Ketupat 2026, Polri mengerahkan pengamanan di ribuan titik, meliputi 4.647 lokasi wisata, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun, 2.966 pusat perbelanjaan, dan 121.803 tempat ibadah. Total 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu disiagakan untuk memberikan layanan 24 jam. Inovasi seperti program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 pemudik dengan 81 bus, serta pemanfaatan teknologi seperti ETLE Patrol dan Mobile Command Center, turut mendukung kelancaran operasi.

Brigjen Pol Tjahyono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran. Polri juga mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan balik untuk memanfaatkan diskon tol dan kebijakan work from anywhere demi menghindari kepadatan. Dengan KRYD yang masih berlangsung, Polri menegaskan akan terus hadir memastikan seluruh rangkaian arus balik berjalan aman, lancar, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar