Jember Masih Ramai: Polisi Perpanjang Pengamanan di Tengah Gelombang Balik yang Panjang


Libur Lebaran memang telah usai, tetapi jejaknya masih terasa di jalanan Kabupaten Jember. Pada Minggu (29/3/26), arus balik masih menunjukkan intensitas yang signifikan, memaksa Polres Jember untuk tidak serta-merta menarik seluruh personelnya. Meskipun Operasi Ketupat Semeru 2026 resmi berakhir, kegiatan rutin yang ditingkatkan langsung diaktifkan sebagai respons atas kondisi lalu lintas yang masih ramai. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengamanan lalu lintas saat ini tidak lagi bersifat kaku berdasarkan tanggal, tetapi lebih mengutamakan respons cepat terhadap dinamika di lapangan, terutama di kawasan wisata dan ruas-ruas strategis yang masih menjadi pusat pergerakan masyarakat.

AKP Bernadus Bagas Simarmata, Kasatlantas Polres Jember, menjelaskan bahwa meskipun puncak arus balik telah berlalu pada Selasa, 24 Maret, pergerakan kendaraan hingga akhir pekan ini tetap tinggi. Data dari Satlantas mencatat total kendaraan yang keluar masuk Jember selama masa mudik 2026 mencapai 1.153.176 unit, sebuah angka yang menjelaskan mengapa ruas-ruas seperti Bangsalsari hingga Kota Jember masih terpantau ramai meski lancar. Sementara itu, kepadatan sempat terjadi di Simpang 3 Kaliputih Rambipuji, yang disebabkan oleh lonjakan kendaraan dari masyarakat yang masih melakukan perjalanan antar daerah untuk keperluan silaturahmi, sebuah fenomena yang kerap terjadi pada akhir masa libur panjang.

Dari sisi transportasi umum, terjadi peningkatan jumlah pemudik yang cukup menggembirakan. Tercatat 274.646 orang menggunakan transportasi umum pada periode mudik Lebaran tahun ini, naik 4,65 persen dibanding tahun lalu. Lonjakan yang paling menonjol terjadi pada moda kereta api, di mana Daop 9 Jember mencatatkan lebih dari 13.000 penumpang dalam satu hari pada masa arus balik. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada transportasi massal sebagai pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh. Keberadaan Bandara Notohadinegoro Jember dengan rute langsung ke Halim Perdanakusuma dan Denpasar juga turut memberikan warna baru dalam peta transportasi mudik di wilayah timur Jawa Timur.

Tantangan lain muncul di Simpang 4 Mangli Kaliwates, sebuah simpul vital yang menghubungkan pusat kota, kawasan industri, dan terminal. AKP Bagas menyebut bahwa tingginya volume kendaraan yang melintas, ditambah dengan perlintasan sebidang dan kapasitas simpang yang tidak seimbang, menyebabkan antrean panjang pada jam-jam tertentu. Meskipun demikian, dengan penempatan personel yang terstruktur, kepolisian berhasil mencegah terjadinya kemacetan parah yang dapat melumpuhkan aktivitas masyarakat. Kehadiran petugas di titik-titik rawan ini menjadi faktor penentu dalam menjaga kelancaran arus balik, terutama saat masyarakat mulai kembali ke kota perantauan atau memanfaatkan akhir pekan terakhir libur sekolah.

Arus balik yang masih tinggi hingga akhir pekan mengajarkan bahwa pengamanan mudik Lebaran tidak berhenti ketika operasi resmi usai. Polres Jember, melalui KRYD, menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi benar-benar normal kembali. AKP Bagas menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan semangat memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik dan warga lokal yang masih beraktivitas. Dengan sinergi yang terus terjaga antara kepolisian, pengelola transportasi, dan masyarakat pengguna jalan, diharapkan seluruh rangkaian perjalanan arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Jember dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga titik terakhir pergerakan. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar