
Jakarta sedang bersiap, dan tandanya sudah sangat jelas. Di kawasan TMII, ribuan personel gabungan mengikuti Apel Terpadu Jasa Marga Siaga yang dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, Selasa pagi. Ini bukan latihan biasa; ini adalah deklarasi perang terhadap kemacetan dan gangguan keamanan selama arus mudik Lebaran 1447 H. Dengan langkah tegap dan komando yang jelas, apel ini menjadi simbol bahwa seluruh elemen bangsa, dari Polri, Kementerian Perhubungan, PUPR, hingga BUMN jalan tol dan asuransi, telah bersatu padu dalam satu visi: mengantarkan pemudik sampai tujuan dengan selamat dan bahagia.
Barisan apel tidak hanya dipenuhi personel lapangan, tetapi juga para pengambil kebijakan puncak. Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono tampak kompak berdiri bersama Dirjen Hubdat Aan Suhanan dan Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. Mereka datang bukan sekadar untuk foto bersama, melainkan untuk memastikan bahwa koordinasi meja sudah terintegrasi sempurna dengan eksekusi di lapangan. Perwakilan dari Kementerian PUPR, Wilan Octavian, juga hadir, memberikan sinyalemen bahwa jalan-jalan nasional dan tol sudah dalam kondisi siap tempur menghadapi jutaan kendaraan yang akan melintas.
Dari atas mimbar, Irjen Pol Agus Suryonugroho melontarkan apresiasi setinggi langit kepada Jasa Marga. Menurutnya, inisiatif menggelar apel terpadu ini adalah bukti nyata kesiapan mental korporasi dalam mendukung Operasi Ketupat 2026. Namun, ia juga mengingatkan bahwa memori manis kesuksesan tahun lalu harus menjadi pelecut, bukan bantal untuk bersantai. "Tahun lalu bagus, tahun ini harus lebih baik lagi," tegasnya, memerintahkan jajarannya untuk tidak mudah puas dan terus mencari celah perbaikan di setiap titik rawan yang telah diidentifikasi.
Kakorlantas juga menyuntikkan perspektif baru dalam cara pandang terhadap Operasi Ketupat. Ia dengan lantang menyebutnya sebagai operasi kemanusiaan, melampaui sekadar tugas rutin pengaturan lalu lintas. Artinya, setiap tindakan di lapangan harus mencerminkan kehadiran negara yang melindungi, melayani, dan menenangkan masyarakat. Menjaga kelancaran arus mudik dan balik berarti turut menjaga kebahagiaan jutaan keluarga yang merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Ini adalah misi mulia yang membutuhkan keikhlasan dan ketulusan dalam bertugas.
Puncak apel ditutup dengan pekik semangat yang menggetarkan lapangan TMII. "Together we can, bersama kita kuat, dan bersama kita berhasil!" seru Kakorlantas, disambut sorak-sorai ribuan personel yang siap diterjunkan. Seruan ini bukan sekadar slogan, melainkan pegangan bersama bahwa kolaborasi adalah nyawa dari seluruh operasi. Dengan kebersamaan yang sudah teruji, diyakini bahwa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini akan berjalan lebih lancar, lebih aman, dan lebih berkesan, membuktikan bahwa ketika semua pihak bergandengan tangan, tidak ada tantangan yang terlalu berat untuk dihadapi.(Avs)
0 Komentar