Pemerintah pusat melalui Satgas Saber Pelanggaran Pangan turun langsung ke lapangan untuk memastikan gejolak harga pangan di Jawa Timur tetap terkendali menjelang Idul Fitri. Dalam pemantauan yang dilakukan secara maraton, tim yang dipimpin Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho mengunjungi Pasar Wonokromo di Surabaya, lahan cabai di Kediri, hingga peternakan ayam petelur. Langkah ini diambil untuk menjamin tidak ada permainan harga yang merugikan konsumen di momen penting keagamaan.
Hasil pemantauan di pasar-pasar utama menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok seperti beras, bawang, dan minyak goreng cukup melimpah. Harganya pun masih berada di bawah atau sesuai dengan harga acuan pemerintah. Daging ayam ras misalnya, masih stabil di Rp40.000 per kilogram. Kondisi ini membuat Satgas optimistis bahwa hari raya tahun ini tidak akan diwarnai kelangkaan barang, selama distribusi dari produsen ke pedagang tidak tersendat.
Meski begitu, tim menemukan adanya tekanan harga pada komoditas cabai rawit merah yang harganya masih di atas HAP. Kunjungan ke lahan petani di Kediri mengungkap penyebabnya: curah hujan tinggi menyebabkan produksi turun drastis. Seorang petani bahkan mengaku hasil panennya hanya 30-50 kilogram per periode, jauh dari biasanya. Satgas pun tak tinggal diam, mereka memberikan rekomendasi teknis seperti perbaikan irigasi agar petani bisa panen dua kali setahun dan pasokan cabai bisa terus mengalir dengan harga wajar. (Avs)

0 Komentar