Dari Nomor 110 hingga Ban Serep Terpasang: Wajah Baru Pelayanan Polri di Tengah Arus Mudik Nganjuk


Malam itu, di ruang kendali layanan darurat Polres Nganjuk, sebuah telepon berdering. Di ujung sana, terdengar suara gugup seorang pria yang melaporkan mobilnya pecah ban di Jalan Veteran, Kelurahan Ganung Kidul. Nama pria itu Sunaryo, seorang pemudik asal Blitar yang sedang dalam perjalanan panjang menuju Banten. Dalam hitungan detik, informasi itu diteruskan ke Pos Pelayanan Pujahito. Di pos, petugas yang sedang siaga langsung bergegas, memasukkan peralatan bengkel ke dalam kendaraan dinas, dan melesat ke lokasi. Rabu (25/3/2026) malam itu, sistem yang dibangun Polres Nganjuk diuji, dan hasilnya, ia lulus dengan gemilang.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menegaskan bahwa keberhasilan respons terhadap laporan Sunaryo adalah bukti bahwa transformasi pelayanan Polri menuju pendekatan yang lebih humanis dan responsif telah berjalan. Ia menjelaskan bahwa di balik layanan bengkel darurat gratis, ada sistem koordinasi yang terstruktur, mulai dari posko penerima laporan hingga unit pelaksana di lapangan. Menurutnya, kesiapan ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan hasil dari perencanaan dan latihan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum arus mudik dimulai. Ia berharap bahwa sistem seperti ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan pelayanan kepada pemudik.

Di lokasi kejadian, Sunaryo menyaksikan langsung bagaimana profesionalisme petugas bekerja. Mereka tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami kondisi psikologis pemudik yang sedang cemas. Dengan bahasa yang menenangkan, mereka menjelaskan setiap langkah yang akan dilakukan, sehingga Sunaryo merasa dilibatkan dan tidak lagi panik. Proses pergantian ban yang berlangsung lancar itu menjadi tontonan tersendiri bagi beberapa warga sekitar yang ikut menyaksikan. Mereka pun memberikan apresiasi, melihat bahwa polisi saat ini benar-benar hadir sebagai pelindung masyarakat.

Setelah ban serep terpasang dan semua diperiksa kembali, Sunaryo pamit melanjutkan perjalanan dengan senyum yang merekah. Ia berjanji akan menceritakan pengalamannya kepada semua orang, bahwa di Nganjuk, ia menemukan wajah baru pelayanan Polri yang hangat dan cepat. Polres Nganjuk pun menutup malam itu dengan catatan penting: bahwa inovasi dalam pelayanan publik, sekecil apa pun, akan selalu berarti besar bagi mereka yang sedang dalam kesulitan. Dengan semangat ini, mereka berkomitmen untuk terus menyempurnakan layanan, karena pada akhirnya, setiap pemudik yang selamat sampai tujuan adalah hadiah terindah bagi kerja keras mereka.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar