Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Adzim Polda Riau saat Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangkaian Safari Ramadhan. Bukan hanya sebagai pemimpin tertinggi kepolisian, ia datang sebagai bagian dari masyarakat yang ingin mempererat ukhuwah. Acara yang dihadiri oleh beragam tokoh, mulai dari ormas, mahasiswa, hingga komunitas ojek online ini, menjadi wadah diskusi tentang bagaimana menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kapolri menyadari betul bahwa dunia sedang diliputi ketidakpastian. Situasi global yang dinamis, katanya, mau tidak mau akan berdampak pada kondisi dalam negeri. Untuk itu, di hadapan para tokoh Riau, ia menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif. Namun, kewaspadaan ini tidak boleh membuat kita takut, justru harus menjadi motivasi untuk memperkuat fondasi bangsa, salah satunya dengan terus meningkatkan kualitas silaturahmi antar sesama anak bangsa.
Mengusung tema persatuan, Jenderal Sigit mengajak semua elemen yang hadir untuk tidak terjebak pada perbedaan-perbedaan sempit. Ia mengibaratkan persatuan sebagai tameng utama dalam menghadapi berbagai macam ancaman, termasuk ancaman disintegrasi akibat narasi kebencian. Di tengah iklim demokrasi yang bebas, ia berpesan agar semua pihak tetap menjunjung tinggi etika dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak tatanan sosial yang sudah terbangun dengan baik.
Lebih lanjut, ia memaparkan visi besarnya tentang Indonesia di masa depan. Bonus demografi yang akan datang harus disambut dengan kesiapan yang matang. Menurutnya, ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kualitas SDM dan mengelola kekayaan alam secara mandiri, Indonesia dapat mencapai posisi yang disegani di kancah internasional. Semua itu hanya mungkin terwujud jika bangsa ini bersatu padu, tanpa terpecah belah.
Di penghujung acara, Kapolri memberikan apresiasi atas terbentuknya Satgas PHK dan Ojol Kamtibmas Presisi. Ia melihat inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam membangun community policing. Dengan sinergi yang kuat antara polisi dan masyarakat, ia optimis stabilitas keamanan dapat terjaga dengan baik. Stabilitas inilah yang akan menjadi energi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan memastikan Indonesia tetap kokoh meskipun badai krisis global sedang melanda. (Avs)

0 Komentar