Di balik gegap gempita menyambut Lebaran, Polda Jatim justru bekerja keras memetakan ancaman yang tak kasat mata. Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dipimpin Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto, terungkap bahwa pengamanan mudik tahun ini tidak hanya fokus pada kemacetan. Ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum ormas, hingga kenaikan harga bahan pokok menjadi perhatian serius dalam operasi yang berlangsung 13 hari ke depan.
Kapolda dengan tegas menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan analisis mendalam terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Balap liar yang kerap muncul di jalanan sepi, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan petasan berlebihan juga masuk dalam daftar hitam yang harus dicegah. Tidak hanya itu, potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di jalur-jalur rawan juga telah diantisipasi dengan personel tanggap darurat.
Untuk menghadapi spektrum ancaman yang luas ini, Polda Jatim mengerahkan 16.326 personel gabungan yang tersebar di 238 pos. Mereka akan siaga di 20.097 titik yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Dengan dukungan dari TNI, Dishub, BPBD, dan instansi terkait, setiap potensi gangguan diharapkan dapat terdeteksi dan ditangani secara cepat sebelum berdampak luas pada kenyamanan masyarakat.
Masyarakat pun diimbau untuk ikut serta menjaga kondusivitas dengan tidak mudah terprovokasi dan segera melapor jika melihat hal-hal mencurigakan. Kapolda menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan kolektif dan kesiapan personel, ia optimis seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idulfitri dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.(Avs)

0 Komentar