Nganjuk- Malam minggu di Jalan Ahmad Yani menyimpan cerita menarik tentang dua remaja putri yang berboncengan sepeda motor. Mereka ditegur petugas Satlantas Polres Nganjuk karena menerobos lampu merah yang menyala. Namun, yang terjadi setelah teguran justru di luar dugaan mereka. Petugas tidak menggurui dengan nada tinggi, melainkan berbicara dengan lembut tentang konsekuensi dari pelanggaran tersebut, sambil menyelipkan pujian atas kelengkapan berkendara yang mereka bawa.
Ternyata, kedua remaja ini telah memenuhi berbagai persyaratan penting dalam berkendara. Mereka mengenakan helm berstandar SNI yang terpasang dengan benar, membawa surat kendaraan lengkap, dan memiliki SIM yang sah. Petugas menilai bahwa ini adalah fondasi baik yang harus terus dijaga. Apresiasi diberikan sebagai bentuk penguatan positif, karena menurut mereka, perilaku baik sekecil apa pun layak dihargai agar semakin ditingkatkan.
Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Afandy Dwi Takdir, menjelaskan bahwa program Polantas Menyapa mengusung semangat keseimbangan antara teguran dan apresiasi. Ia percaya bahwa pendekatan yang humanis akan lebih efektif dalam membangun kesadaran daripada pendekatan yang bersifat menghakimi. Dari kejadian ini, ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kepatuhan utuh terhadap seluruh aturan yang berlaku. (Avs)

0 Komentar