Polsek Sawahan dan Petani, Ketela di Sela Jati Bukti Lahan Terbatas Bisa Berdaya


Nganjuk- Di tengah kawasan hutan jati yang selama ini dikenal sebagai penghasil kayu berkualitas, Aiptu Rudy menemukan pemandangan yang menakjubkan di Kecamatan Sawahan. Tanaman ketela yang tumbuh subur di sela-sela tegakan pohon jati menjadi bukti bahwa lahan yang terbatas sekalipun dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan untuk mendorong optimalisasi lahan produktif membawa Aiptu Rudy turun langsung ke lokasi pada Kamis (16/7/2026) guna memantau perkembangan budidaya ketela sekaligus memberikan semangat kepada para petani yang telah berinovasi dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan.


Sambil berdiri di antara batang-batang jati yang kokoh, Aiptu Rudy berbincang dengan para petani tentang berbagai aspek budidaya ketela, mulai dari pemilihan varietas unggul, pola tanam yang tepat, hingga cara mengoptimalkan hasil panen di lahan dengan keterbatasan cahaya matahari dan persaingan unsur hara. Kapolres Nganjuk menekankan bahwa Polri mendorong masyarakat agar memanfaatkan setiap potensi lahan secara produktif, dan penanaman ketela di sela tanaman jati adalah contoh optimalisasi lahan yang dapat menjadi sumber pangan alternatif sekaligus menambah nilai ekonomi bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan pertanian.


Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tanaman ketela di bawah tegakan jati tumbuh dengan cukup baik, dengan beberapa petani mulai memanen umbi yang sudah siap konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga mereka. Kapolsek Sawahan IPTU Hanum Ayu Danastri mengapresiasi kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara optimal dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian warga. Dengan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat, setiap potensi lahan dapat dioptimalkan untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional secara berkelanjutan.


Kehadiran Aiptu Rudy di lahan ketela memberikan dorongan semangat yang besar bagi para petani Sawahan. Mereka merasa bahwa inovasi mereka dalam menciptakan pangan alternatif di sela hutan jati tidak hanya bermanfaat bagi keluarga mereka, tetapi juga mendapat perhatian dan dukungan dari aparat keamanan. Melalui kegiatan ini, diharapkan budidaya ketela sebagai pangan alternatif semakin berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk untuk mengoptimalkan potensi lahan yang mereka miliki demi terciptanya ketahanan pangan yang kuat dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar