Nganjuk- Di tengah pesatnya digitalisasi layanan publik, ujian teori SIM berbasis komputer menjadi tantangan berat bagi masyarakat yang tidak terbiasa dengan perangkat modern, namun Satlantas Polres Nganjuk menjawab tantangan ini dengan program Polantas Menyapa yang inovatif. Aipda Andik, petugas yang ditunjuk, hadir sebagai penghubung antara pemohon dan teknologi, memberikan pendampingan langsung yang membuat proses ujian terasa lebih mudah dan tidak menegangkan. Program ini adalah wujud nyata dari komitmen Kapolres Nganjuk untuk menghadirkan pelayanan yang inklusif, di mana setiap warga tanpa memandang latar belakang teknologi mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan SIM.
Nganjuk- Pendampingan teknis yang diberikan mencakup panduan langkah demi langkah, mulai dari cara menekan tombol yang benar, membaca petunjuk soal dengan teliti, hingga menggunakan fitur highlight untuk menandai soal yang masih diragukan. Aipda Andik juga mengingatkan pemohon untuk tidak terburu-buru dan selalu memeriksa kembali jawaban sebelum mengakhiri ujian, karena kesalahan kecil bisa berakibat fatal pada hasil akhir. Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandi Dwi Takdir menekankan bahwa pendampingan ini adalah bentuk pelayanan prima Polri yang tetap menjaga integritas ujian, karena tidak ada intervensi pada konten soal yang diujikan.
Nganjuk- Suasana hangat dan bersahabat tercipta saat Aipda Andik berkeliling ruangan dengan senyuman, menawarkan bantuan kepada pemohon yang terlihat bingung atau cemas di depan layar komputer. Seorang remaja yang baru pertama kali mengikuti ujian mengaku sangat terbantu dengan arahan yang diberikan, karena ia bisa fokus pada materi yang sudah dipelajari tanpa harus khawatir tentang teknis perangkat. Para pemohon lain juga merasakan manfaat yang sama, dan mereka mulai percaya bahwa ujian teori SIM bukanlah momok menakutkan jika didampingi oleh petugas yang ramah dan berkompeten.
Nganjuk- Satlantas Polres Nganjuk berencana memperluas program Polantas Menyapa dengan menyediakan sesi latihan ujian teori secara gratis di luar jam operasional, terutama bagi masyarakat yang merasa kurang percaya diri dengan kemampuan komputer mereka. Dengan langkah ini, pihaknya berharap setiap pemohon SIM yang datang ke Satpas merasa didukung dan dipersiapkan dengan baik, sehingga mereka tidak hanya lulus ujian tetapi juga menjadi pengendara yang tertib, aman, dan bertanggung jawab di jalan raya.(Avs)

0 Komentar