Dalam dialognya dengan para pembudidaya, Aipda Kasmadi mendengar berbagai cerita sukses dan juga kendala yang masih dihadapi, seperti serangan hama burung pemakan ikan dan ketersediaan pakan yang kadang terlambat. Dengan sigap, ia memberikan solusi: memasang jaring pelindung sederhana di atas kolam dan membuat jadwal pembelian pakan secara kolektif agar lebih efisien. Ia juga menyarankan agar warga mulai mencoba budidaya cacing sutera sebagai pakan hidup yang murah dan kaya nutrisi, sebuah ide yang langsung menarik minat beberapa pembudidaya yang lebih progresif.
Kapolsek Baron AKP Oofy Adycta Septandra menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Gebangkerep dapat menjadi model desa mandiri pangan, di mana setiap keluarga memiliki akses terhadap protein hewani yang cukup dan bahkan bisa menjual kelebihan hasil panen untuk menambah pendapatan. Untuk mencapai tujuan ini, ia meminta Aipda Kasmadi untuk terus menjalin koordinasi dengan penyuluh perikanan dan dinas terkait.
Sebelum pulang, Aipda Kasmadi mengajak seluruh pembudidaya untuk berkomitmen menjaga semangat kebersamaan dan saling membantu dalam setiap tahapan budidaya. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah ikan yang dipanen, tetapi dari dampak sosial yang tercipta, yaitu semakin eratnya hubungan antarwarga dan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan. Desa Gebangkerep kini melangkah maju, dengan nila dan gurami sebagai bendera kebanggaan yang terus berkibar di setiap pekarangan rumah.(Avs)

0 Komentar