Nganjuk- Hamparan sawi putih di Desa Senjayan tampak berkilau terkena sinar matahari pagi, tetapi di balik keindahan visual itu, ada kerja keras dan kecemasan yang menyelimuti para petani setiap harinya. Kecemasan itu mulai mereda ketika Aiptu Suyanto, Bhabinkamtibmas setempat, tiba di lokasi dengan senyum ramah dan semangat untuk mendengar langsung segala persoalan yang mereka hadapi. Arahan Kapolres Nganjuk untuk menggerakkan ketahanan pangan di tingkat desa menemukan bentuknya yang paling konkret di lahan seluas dua hektare ini, di mana polisi dan petani duduk berdampingan mencari solusi bersama.
Nganjuk- Fokus utama kunjungan kali ini adalah memberikan edukasi tentang pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan, mengingat penggunaan pestisida kimia berlebihan akhir-akhir ini mulai mengkhawatirkan karena dapat merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Aiptu Suyanto memperkenalkan beberapa tanaman refugia yang bisa ditanam di pinggir lahan sebagai rumah bagi musuh alami hama, seperti bunga kenikir dan turnera yang dikenal efektif menarik serangga predator. Inovasi sederhana ini mendapat sambutan hangat, karena petani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang berarti.
Nganjuk- Kapolsek Gondang AKP Sugino menyambut inisiatif ini dengan memberikan lampu hijau bagi pengembangan program pertanian organik di wilayahnya, seraya meminta Aiptu Suyanto untuk mendokumentasikan setiap langkah yang dilakukan sebagai bahan pembelajaran bagi desa-desa lain. Pihaknya juga berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk menyediakan bibit refugia secara gratis bagi petani yang berminat menerapkan metode tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia sekaligus meningkatkan nilai jual produk sawi putih mereka di pasar yang semakin peduli pada isu keberlanjutan.
Nganjuk- Saat matahari tepat di atas kepala dan para petani beristirahat untuk menunaikan salat zuhur, Aiptu Suyanto memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang santai dengan mereka sambil menikmati nasi bungkus yang dibawa dari rumah. Di sinilah terjadi komunikasi paling intim, di luar formalitas prosedur, tentang kehidupan keluarga, mimpi anak-anak, dan harapan mereka untuk masa depan pertanian Senjayan. Kehangatan yang tercipta hari itu akan terus dikenang, bukan hanya sebagai kunjungan kerja, tetapi sebagai pengingat bahwa ketahanan pangan adalah cerita tentang manusia, bukan hanya tentang angka produksi.(Avs)

0 Komentar