Aksi Manis Satlantas Nganjuk, Cokelat untuk Pengendara Patuh di Polantas Menyapa


Nganjuk- Senyum dan tawa mewarnai persimpangan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Yos Sudarso pada Kamis (16/7/2026) ketika Satlantas Polres Nganjuk bersama Jasa Raharja menggelar aksi simpatik Polantas Menyapa. Personel Unit Kamsel dan Unit Turjawali dengan ramah menyapa pengendara yang melintas, menegur pelanggar dengan cara yang humanis, dan memberikan cokelat batangan kepada mereka yang disiplin. Pendekatan yang penuh kehangatan ini membuat kegiatan lalu lintas yang biasanya terasa kaku dan menegangkan berubah menjadi momen interaksi sosial yang menyenangkan antara petugas dan masyarakat.


Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas tidak harus selalu melalui penindakan, tetapi juga dengan pendekatan yang humanis dan memberikan apresiasi. Petugas memberikan teguran edukatif kepada pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman dengan benar, atau berhenti melewati garis henti saat lampu lalu lintas menyala merah. Namun yang menarik, sebagai bentuk apresiasi, mereka yang telah mematuhi seluruh aturan mendapatkan cokelat batangan yang disambut dengan antusias dan kebahagiaan oleh masyarakat.


Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir menjelaskan bahwa pelanggaran seperti tidak memakai helm, sabuk pengaman, dan melampaui garis henti masih sering ditemukan dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Pendekatan edukatif yang dibarengi pemberian apresiasi diharapkan mampu membangun kebiasaan positif di masyarakat. Respon masyarakat pun sangat positif, terlihat dari antusiasme pengendara yang menerima cokelat dengan gembira dan pengendara yang ditegur dengan lapang dada berjanji untuk lebih tertib ke depannya.


Satlantas Polres Nganjuk berharap melalui kegiatan Polantas Menyapa seperti ini, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat. Dengan pendekatan yang humanis, edukatif, dan penuh apresiasi, diharapkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Nganjuk dapat terus terjaga dan menjadi budaya yang tumbuh dari kesadaran bersama, bukan karena takut akan sanksi. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar