Saat Polisi Menjadi Pendengar Keluhan Petani Mangundikaran di Tengah Musim Panen


Nganjuk- Musim panen adalah momen paling membahagiakan sekaligus mencemaskan bagi petani. Bahagia karena hasil jerih payah selama berbulan-bulan akhirnya bisa dituai. Cemas karena harga gabah seringkali jatuh di tengah melimpahnya pasokan. Aiptu Agus Hermawan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangundikaran Polsek Nganjuk Kota, memahami betul dilema ini. Pada Minggu (14/6/2026), ia turun ke area persawahan bukan hanya untuk memantau, tetapi juga menjadi pendengar setia keluhan para petani binaannya.

Arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan tentang dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional diinterpretasikan Aiptu Agus dengan cara yang sangat manusiawi. Ia duduk di pinggir sawah, berbincang santai dengan petani yang baru saja selesai memanen. Dari obrolan itu, ia mencatat berbagai persoalan klasik: sulitnya akses pupuk bersubsidi, harga gabah yang tidak menentu, hingga ancaman gagal panen akibat perubahan cuaca. Semua akan ia teruskan sebagai bahan koordinasi dengan dinas ketahanan pangan dan instansi terkait.

Kapolsek Nganjuk Kota Kompol Jumari mengapresiasi peran aktif Aiptu Agus sebagai jembatan antara petani dan pemerintah. Para petani Mangundikaran mengaku senang karena tidak lagi merasa sendiri menghadapi persoalan pertanian. Kini ada polisi yang mendengar, mencatat, dan berjanji akan meneruskan aspirasi mereka. Di tengah hamparan sawah yang baru saja dipanen, Aiptu Agus membuktikan bahwa menjadi polisi tidak selalu harus tegas dan garang. Kadang, tugas terpenting adalah menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar