Seorang Bhabinkamtibmas perempuan bernama AIPTU Saktian Suryani sedang gencar mempromosikan konsep ketahanan pangan yang unik di Kelurahan Tanjunganom. Pada Kamis (11/6/2026), ia memantau lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga yang menanam selada dan kangkung dalam polybag yang berdampingan dengan kolam ikan konsumsi. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut langkah ini sebagai contoh nyata Polri mendorong masyarakat memanfaatkan lahan secara kreatif dan produktif. Pengembangan P2B yang dipadukan dengan budidaya perikanan dinilai sangat efektif.
Keunggulan konsep ini adalah kemandirian pangan total. Sayuran memberi asupan vitamin dan serat, ikan memberi protein. Tidak perlu beli sayur ke pasar setiap hari, tidak perlu beli ikan setiap minggu. Cukup dari pekarangan sendiri. AIPTU Saktian dalam pemantauannya melakukan pengecekan kondisi tanaman selada dan kangkung, memeriksa apakah polybag masih kuat dan tanahnya tetap gembur, serta mengecek kualitas air kolam dan kesehatan ikan. Ia juga berdialog dengan warga tentang cara mengatur jadwal panen bergantian agar kebutuhan keluarga selalu terpenuhi.
Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung inovasi semacam ini. "Pemanfaatan pekarangan dengan sistem terpadu sangat baik karena mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri sekaligus memberikan nilai tambah," ujarnya. Ia berharap konsep seperti ini ditiru oleh banyak warga. Dengan pendampingan Polri yang konsisten, program Pekarangan Pangan Bergizi di Tanjunganom diharapkan menjadi model ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan, dimulai dari polybag dan kolam ikan di setiap rumah. (Avs)

0 Komentar