Nganjuk - Siapa bilang untuk bercocok tanam harus memiliki sawah yang luas? Aipda Suratin, Bhabinkamtibmas Desa Duren, membuktikan sebaliknya. Pada Senin (8/6/2026), ia kembali memantau program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) warga binaannya yang menanam singkong dan aneka sayuran di lahan pekarangan yang sempit. Yang dulunya hanya tanah kosong atau ditumbuhi gulma kini telah berubah menjadi kebun mini yang produktif. Melalui pendampingan yang konsisten, Aipda Suratin mengajarkan warga bahwa setiap jengkal tanah di sekitar rumah memiliki potensi untuk menghasilkan pangan. Tidak perlu modal besar, tidak perlu peralatan canggih, cukup kemauan dan pengetahuan yang dibagikan oleh Bhabinkamtibmas yang peduli.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa program P2B adalah contoh sempurna dari konsep ketahanan pangan berbasis komunitas. Dengan melibatkan Bhabinkamtibmas sebagai motor penggerak, Polri ingin memastikan bahwa tidak ada keluarga yang kelaparan di tengah kelimpahan lahan yang tidak tergarap. “Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir mendampingi masyarakat agar pemanfaatan lahan pekarangan dapat berkembang dengan baik dan membantu memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar AKBP Suria. Singkong dipilih karena umbinya bisa menjadi sumber energi, daunnya bisa dijadikan sayuran, dan seluruh bagian tanaman bermanfaat. Sayuran seperti cabai, tomat, dan terong melengkapi kebutuhan bumbu dapur sehari-hari.
Di lapangan, Aipda Suratin melakukan pendekatan yang sangat praktis. Ia tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi langsung mempraktikkan cara menanam, memupuk, dan merawat tanaman. Ia mengajarkan warga memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air cucian beras dan sisa sayuran untuk dijadikan pupuk cair alami. Warga yang awalnya skeptis karena lahan mereka hanya beberapa meter persegi kini mulai percaya bahwa pekarangan kecil pun bisa menghasilkan. Beberapa warga bahkan sudah tidak perlu membeli sayuran dari pasar karena kebutuhan harian mereka sudah tercukupi dari kebun pekarangan sendiri. Aipda Suratin mencatat keberhasilan ini dengan bangga dan berencana untuk memperluas program ke lebih banyak rumah di Desa Duren.
IPTU Hanum Ayu Danastri, Kapolsek Sawahan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung keterlibatan anggota dalam mendampingi masyarakat di sektor pertanian. Menurutnya, program P2B adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga kesehatan. “Kami berharap masyarakat semakin semangat memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman pangan dan sayuran sehingga dapat membantu mendukung kebutuhan pangan keluarga secara mandiri,” ujar IPTU Hanum. Dari Desa Duren, Aipda Suratin mengirim pesan bahwa sawah bukan satu-satunya tempat untuk bercocok tanam. Pekarangan rumah, sekecil apa pun, bisa disulap menjadi kebun bergizi yang menghidupi keluarga. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan, sedikit pengetahuan, dan seorang Bhabinkamtibmas yang tidak pernah lelah mendampingi.(Avs)

0 Komentar