Kapolres AKBP Suria Miftah: Optimalisasi Lahan Pekarangan dengan Singkong Kunci Ketahanan Pangan Keluarga


Tidak perlu memiliki sawah hektaran atau ladang luas. Cukup dengan pekarangan rumah yang dioptimalkan, ketahanan pangan keluarga bisa terbangun. Itulah pesan yang terus disampaikan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Bungur. Jumat (12/6/2026), Bripka Heru P., Bhabinkamtibmas setempat, turun langsung memastikan warga menanam singkong dengan benar. Singkong dipilih karena mudah, murah, dan bermanfaat banyak.

Kapolres menjelaskan bahwa singkong adalah komoditas pangan yang tidak boleh diremehkan. "Mudah dibudidayakan, tahan berbagai cuaca, dan dapat menjadi alternatif sumber pangan," ujar AKBP Suria. Selain dikonsumsi langsung, singkong bisa diolah menjadi berbagai makanan lain seperti getuk, keripik, atau tepung. Ini adalah tanaman multiguna yang sangat cocok untuk program pemberdayaan masyarakat berbasis pekarangan. Polri ingin mendorong setiap keluarga memiliki "bank pangan" sendiri di halaman rumah mereka.

Bripka Heru melaksanakan tugas pemantauan dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak hanya memeriksa tanaman dari luar, tetapi masuk ke setiap pekarangan, melihat kondisi tanah, dan berdialog dengan warga tentang kendala yang dihadapi. Ia juga memberikan saran sederhana tentang cara meningkatkan produktivitas singkong, seperti pemupukan rutin dan pengaturan jarak tanam. Warga pun merasa teredukasi. "Selama ini kami tanam asal-asalan. Sekarang tahu caranya yang benar," ujar seorang ibu rumah tangga.

Kapolsek Sukomoro AKP Mujianto menegaskan bahwa program ini akan terus didorong. "Kami berharap masyarakat semakin termotivasi memanfaatkan pekarangan untuk tanaman pangan produktif," ujar AKP Mujianto. Menurutnya, Polri tidak bisa memaksa warga, tetapi bisa memberikan contoh dan pendampingan. Bripka Heru adalah contoh nyata polisi yang tidak hanya bicara, tetapi juga turun ke lapangan. Keberhasilan program ini akan diukur dari berapa banyak keluarga yang mulai menanam singkong di pekarangannya.

Dari Desa Bungur, Polri memberikan pelajaran berharga: ketahanan pangan tidak harus mahal dan rumit. Singkong di pekarangan, dirawat bersama polisi, adalah langkah kecil yang bermakna besar. Kapolres AKBP Suria Miftah telah meletakkan fondasi dengan mendorong optimalisasi lahan pekarangan. Dan Bripka Heru adalah eksekutor di lapangan yang memastikan fondasi itu kokoh. Ketika setiap pekarangan di Nganjuk ditanami singkong, maka ketahanan pangan bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar