Kambing, Kandang, dan Ketahanan: Ini Cerita Kedungombo yang Diawaki Bhabin Mahendra


Di sudut Desa Kedungombo, Nganjuk, seekor kambing jantan sedang tenang mengunyah daun jati di kandang sederhana milik salah satu warga. Tidak jauh dari situ, BRIPKA Mahendra Aris. S, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, mencatat sesuatu di buku kecilnya—itu bukan catatan pelanggaran, melainkan data pertumbuhan dan kesehatan ternak. Inilah potret baru kepolisian modern: tidak hanya memburu kejahatan, tetapi juga memburu ketahanan pangan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk peternakan kambing telah terbukti menjadi salah satu kegiatan produktif paling efektif untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan protein hewani sekaligus menambah pendapatan. Dan di sinilah peran Bhabin menjadi penentu.

Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan dengan tegas bahwa Polri tidak bisa tinggal diam ketika ancaman krisis pangan membayang. Melalui Bhabinkamtibmas, ia menginstruksikan pendampingan aktif terhadap peternakan rakyat, termasuk peternakan kambing skala rumahan. Menurutnya, sektor ini memiliki nilai ekonomi yang sangat baik dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan jika dikelola dengan baik. Bukan hanya itu, dari sisi gizi, susu dan daging kambing menjadi sumber protein yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak-anak di desa. Dengan pemantauan rutin, Bhabin memastikan bahwa potensi ini tidak terbuang sia-sia.

Di lapangan, BRIPKA Mahendra tidak hanya mengecek fisik kandang, tetapi juga melakukan pendekatan humanis dengan berdialog tentang pola pemeliharaan dan kebersihan lingkungan. Ia mengajarkan cara sederhana mendeteksi penyakit pada kambing, kapan waktu yang tepat untuk vaksinasi, dan bagaimana mengatur pakan agar efisien namun bergizi. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menegaskan bahwa dukungan penuh akan terus diberikan kepada anggota yang aktif melakukan pendampingan semacam ini. Harapannya, masyarakat tidak hanya beternak secara turun-temurun, tetapi juga mengadopsi praktik-praktik terbaik yang diajarkan Bhabin sehingga produktivitas ternak meningkat drastis.

Kisah dari Kedungombo ini adalah bukti bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya dibangun di sawah-sawah luas atau peternakan besar, tetapi juga di pekarangan rumah yang sempit sekalipun. Dengan dukungan dan pemantauan dari Bhabinkamtibmas seperti BRIPKA Mahendra, warga merasa tidak sendiri dalam menghadapi tantangan pemeliharaan ternak. Mereka memiliki mitra yang selalu siap membantu, dari urusan kandang hingga kesehatan kambing. Dan ketika setiap keluarga mampu memproduksi protein hewani sendiri, maka rantai pangan nasional akan semakin kuat. Dari Kedungombo untuk Indonesia, satu kambing pada satu waktu, satu Bhabin pada satu desa.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar