Ladang jagung di Desa Kepel, Ngetos, Nganjuk, kini berbeda. Tanaman terlihat lebih hijau, petani lebih bersemangat, dan ada senyum yang mengembang di wajah mereka ketika Jumat (12/6/2026) kedatangan Aipda Gesang, Bhabinkamtibmas setempat. Bukan kebetulan. Selama beberapa pekan terakhir, polisi ini rutin turun ke ladang, berdialog, mendengarkan keluhan, dan menjadi jembatan antara petani dengan dinas pertanian. Hasilnya mulai terlihat: jagung tumbuh subur dan petani merasa diperhatikan. Ini adalah bukti nyata bahwa pendampingan Polri berdampak langsung pada ketahanan pangan.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. "Sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," ujar AKBP Suria. Ia menegaskan bahwa Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir memberikan pendampingan dan motivasi. Bukan hanya sekadar memantau, tetapi juga mengidentifikasi kendala dan mencari solusi bersama. Ketika petani tidak lagi kesulitan pupuk atau bantuan teknis, maka produktivitas pun akan meningkat.
Di lapangan, Aipda Gesang melakukan pengecekan menyeluruh. Ia membandingkan kondisi tanaman jagung saat ini dengan kunjungan dua minggu lalu. Pertumbuhannya signifikan. Petani bercerita bahwa setelah keluhan mereka tentang pupuk disampaikan ke dinas terkait melalui polisi, bantuan mulai turun. Penyiraman juga lebih teratur karena ada koordinasi soal irigasi. "Polisi sekarang seperti teman sendiri," kata salah satu petani sambil tersenyum. Inilah yang disebut dengan kehadiran negara yang dirasakan.
Kapolsek Ngetos AKP Jajuli menyebut bahwa keberhasilan ini akan dicontohkan ke desa-desa lain. "Kehadiran anggota Polri di tengah petani diharapkan dapat memberikan semangat serta membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ujar AKP Jajuli. Dengan situasi yang aman dan dukungan penuh dari polisi, petani tidak perlu khawatir lagi. Mereka bisa fokus pada kegiatan bertani, mencoba metode baru, dan meningkatkan hasil panen. Keamanan dan kesejahteraan ternyata berjalan beriringan.
Melalui kegiatan sederhana ini, ketahanan pangan nasional mendapatkan suntikan energi baru. Dari Nganjuk, sebuah desa kecil di Jawa Timur, terbukti bahwa polisi bisa menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Jagung yang tumbuh subur dan petani yang bersemangat adalah kemenangan kecil yang jika dikumpulkan di seluruh Indonesia akan menjadi kemenangan besar. Swasembada pangan bukan lagi mimpi, tetapi kerja nyata yang dimulai dari ladang dan didampingi oleh polisi yang peduli. (Avs)

0 Komentar