Dari Pekarangan untuk Ketahanan Pangan: Bripka Suwito Buktikan Setiap Jengkal Tanah Berharga


Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, Nganjuk, kini menjadi saksi bagaimana lahan pekarangan yang dulu diabaikan berubah menjadi lumbung sayur keluarga. Pada Rabu (3/6/2026), Bhabinkamtibmas Bripka Suwito melaksanakan pemantauan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), di mana warga binaannya telah menanam kangkung, sawi, dan cabe di pekarangan rumah masing-masing. Kehadiran Bripka Suwito bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi berkelanjutan untuk memastikan program ketahanan pangan nasional benar-benar membumi hingga tingkat keluarga. Warga yang sebelumnya mengeluh sulitnya mendapatkan sayuran segar dengan harga terjangkau kini bisa tersenyum karena kebun pekarangan mereka sendiri yang menyediakan. Inilah peran polisi yang mungkin jarang terdengar: sebagai pelopor ketahanan pangan dari halaman rumah.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen kuat untuk mendukung program-program yang mendorong kemandirian pangan masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa melalui Bhabinkamtibmas, Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga dari sektor pangan. Tanaman seperti kangkung, sawi, dan cabe dipilih karena mudah dibudidayakan, cepat panen, dan menjadi komoditas yang selalu dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Dengan pendampingan yang konsisten, diharapkan program ini dapat memperkuat ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Saat berkeliling ke rumah-rumah warga, Bripka Suwito dengan saksama memeriksa kondisi tanaman dan berdiskusi tentang cara optimal merawat kebun pekarangan, termasuk penggunaan pupuk organik dari limbah rumah tangga. Warga pun dengan antusias melaporkan perkembangan tanaman mereka, serta kegembiraan saat berhasil memanen perdana cabe merah yang ditanam sendiri. Kapolsek Bagor, AKP Winih, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggota Bhabinkamtibmas untuk aktif dalam pendampingan sektor produktif seperti ini. Menurutnya, keberhasilan program P2B di Kendalrejo adalah contoh sempurna bahwa dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan, masyarakat bisa diajak berubah menjadi lebih baik.

Penutup dari narasi ini adalah pesan optimisme bahwa setiap keluarga di Indonesia bisa melakukan hal yang sama. Di Kendalrejo, Bripka Suwito telah membuktikan bahwa tidak ada lahan yang sia-sia jika dikelola dengan niat baik dan pendampingan yang tepat. AKP Winih berharap cerita ini menginspirasi desa-desa lain untuk mulai memanfaatkan pekarangan mereka sebagai sumber pangan. Karena ketika setiap jengkal tanah berbicara melalui hasil panennya, maka ketahanan pangan nasional bukan lagi sekadar wacana, tetapi realita yang hidup di tengah masyarakat. Mulailah dari halaman Anda, dan lihatlah bagaimana perubahan kecil bisa membawa dampak besar bagi bangsa.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar