Kebun Buah dari Tong Bekas: Polisi Demangan Buktikan Ketahanan Pangan Itu Sederhana


AIPDA Pujiono, Bhabinkamtibmas Desa Demangan, menghabiskan Rabu (13/5/2026) dengan cara yang tidak biasa: memantau warga yang menanam buah dalam tong bekas di pekarangan sempit mereka. Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) ini menjadi ilustrasi sempurna bahwa inovasi tidak membutuhkan biaya besar, hanya kemauan dan pendampingan yang hangat. AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa kreativitas memanfaatkan barang bekas untuk budidaya tanaman produktif adalah kunci ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Ia menegaskan, ketika masyarakat dan polisi bersinergi, maka pelestarian lingkungan pun ikut terwujud.

Di lapangan, AIPDA Pujiono melakukan monitoring rutin terhadap perkembangan tanaman, sambil berdialog santai dengan warga tentang teknik perawatan media tanam alternatif. Dari pemilihan bibit hingga pengaturan sirkulasi udara dalam tong, semua dibahas secara praktis dan aplikatif. Kapolres menambahkan, pendampingan semacam ini bertujuan mendorong masyarakat agar percaya diri berinovasi tanpa takut salah. Tong bekas yang dulu menganggur di pojok rumah kini berubah menjadi kebun mini yang menyediakan buah segar setiap hari.

Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan anggota yang memberikan motivasi ketahanan pangan dan edukasi lingkungan. Menurutnya, inovasi tong bekas di Demangan ini adalah contoh positif yang harus ditiru desa-desa lain. Warga pun semakin antusias, berlomba-lomba mengubah tong bekas mereka menjadi pot tanaman buah yang cantik dan produktif.

Kebun buah dari tong bekas di Demangan telah mengubah wajah ketahanan pangan menjadi sesuatu yang sederhana, murah, namun luar biasa dampaknya. Polisi hadir sebagai pendamping, bukan komandan, membuktikan bahwa keberhasilan sejati lahir dari kolaborasi yang tulus antara aparat dan masyarakat. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar