“Saya tidak melawan arus, Pak.” “Rambunya tidak kelihatan, Pak.” “Saya hanya ikut kendaraan di depan, Pak.” Alasan klasik seperti ini sudah terlalu sering didengar petugas Satlantas Polres Nganjuk di kawasan SP4 Sate. Selasa (12/5/2026), semua alasan itu menjadi tidak berarti. Karena kali ini, petugas tidak hanya mengandalkan mata telanjang, tetapi juga ETLE Handheld, sebuah sistem tilang elektronik portabel yang merekam setiap pelanggaran secara digital dan objektif. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa dengan teknologi ini, tidak ada ruang sedikit pun untuk berbohong atau berdebat. “Apa yang terekam itulah faktanya,” ujarnya tegas.
Cara kerja ETLE Handheld sangat sederhana namun revolusioner. Petugas membawa smartphone yang sudah terintegrasi dengan sistem kepolisian. Saat melihat kendaraan melawan arus, petugas cukup merekam video singkat atau mengambil foto yang mencakup nomor polisi, lokasi, dan waktu. Data langsung terunggah ke server pusat. Ketika pengendara ditilang, bukti bisa langsung diperlihatkan di layar. Tidak ada ruang untuk mengatakan “itu bukan saya” atau “saya tidak sadar melawan arus”. Semua sudah terekam dengan jelas. AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa sistem ini juga melindungi petugas dari tuduhan pungli atau tindakan tidak profesional karena setiap proses terekam dan terdokumentasi.
Kawasan SP4 Sate menuju belakang Pasar Wage memang memiliki tantangan tersendiri. Jalan yang cukup lebar tetapi memiliki separator di tengah sering membingungkan pengendara yang tidak sabar. Namun kebingungan bukanlah alasan untuk melawan arus. Kapolres Nganjuk mengingatkan bahwa separator dipasang setelah melalui kajian keselamatan yang matang. Melawan arus di jalur yang sudah dibatasi separator sama saja dengan bunuh diri perlahan. Dengan ETLE Handheld, polisi berharap efek jera langsung terasa sehingga pengendara berpikir dua kali sebelum mengambil risiko.
Satlantas Polres Nganjuk akan terus memantau efektivitas penindakan ini. Jika di SP4 Sate berhasil, teknologi yang sama akan diterapkan di titik-titik rawan lainnya. Karena pada akhirnya, tujuan akhir bukanlah banyaknya tilang, tetapi berkurangnya pelanggaran dan hilangnya kecelakaan. ETLE Handheld hanyalah alat. Kesadaran adalah tujuan utamanya. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar