AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyebut bahwa pekarangan produktif adalah investasi jangka panjang bagi keluarga. "Melalui pendampingan yang dilakukan anggota di lapangan, kami berharap masyarakat semakin kreatif memanfaatkan pekarangan menjadi sumber pangan bergizi dan bernilai ekonomis," ujarnya. Dalam pemantauannya, AIPDA Pujiono mengecek kondisi tanaman jeruk dan jambu air milik warga yang ditanam dengan metode tabulampot sejak tiga bulan lalu. Hasilnya, tanaman sudah menunjukkan pertumbuhan yang subur dan beberapa mulai muncul bakal buah. Ia pun mengingatkan warga untuk rajin membuang tunas air yang tidak produktif agar nutrisi terfokus pada buah.
Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menegaskan bahwa pendampingan teknis seperti ini jarang dilakukan aparat, namun dampaknya luar biasa. "Kami mendorong anggota untuk terus hadir memberikan motivasi dan pendampingan kepada warga agar pekarangan rumah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung ketahanan pangan keluarga," tegasnya. AIPDA Pujiono juga mengajak warga untuk memanfaatkan limbah rumah tangga seperti ampas kopi dan kulit telur sebagai pupuk alami yang kaya nitrogen dan kalsium. Dengan cara ini, biaya perawatan tanaman menjadi hampir nol, dan warga tidak perlu membeli pupuk kimia mahal.
Pemanfaatan pekarangan dengan budidaya buah metode pendek dinilai efektif karena lebih praktis, mudah dirawat, serta mampu menghasilkan tanaman buah produktif meski di lahan terbatas. Polres Nganjuk berharap Desa Demangan bisa menjadi contoh bagi desa-desa tetangga. Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani dengan sawah luas, tetapi juga urusan keluarga dengan pekarangan sempit yang dikelola dengan teknik tepat. Tabulampot adalah bukti bahwa inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar jika didampingi oleh Bhabinkamtibmas yang peduli dan konsisten turun ke lapangan.(Avs)

0 Komentar