Bukan Sekadar Ngopi: NGOBRAS Polres Ngawi Jadi Jembatan Curhat Warga dan Polisi


Kopi tubruk disajikan dalam gelas plastik bening. Kue pisang goreng menghiasi meja kayu sederhana. Di sekelilingnya duduk bergantian Bhabinkamtibmas dan warga Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Ngawi. Mereka tidak sedang arisan, tetapi sedang mengikuti NGOBRAS—program Polres Ngawi yang kepanjangannya Ngopi Bersama Masyarakat. Di sela-sela tegukan kopi, polisi mendengarkan keluhan warga tentang masalah kamtibmas, sementara warga mendengar pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan dan kepedulian lingkungan. Semua berjalan cair, tanpa rasa canggung.

AKP Nur Hidayat, Kapolsek Pangkur, menjelaskan bahwa NGOBRAS lahir dari kesadaran bahwa pendekatan formal sering kali membuat warga enggan berbicara. "Dengan komunikasi yang santai dan penuh keakraban, masyarakat semakin dekat dengan Polri," ujarnya Jumat (15/5/2026). Melalui program ini, pesan kamtibmas mengalir seperti air, tidak dipaksakan, tetapi meresap dengan sendirinya. Polisi tidak datang sebagai penguasa, tetapi sebagai tetangga yang ikut bertanggung jawab atas keamanan kampung mereka sendiri.

Warga bernama Yogi (52) menjadi salah satu peserta yang paling antusias. "Kami jadi tidak canggung menyampaikan keluhan terkait layanan kepolisian maupun laporan situasi kamtibmas yang memang benar adanya," tuturnya. Dalam sesi ngopi itu, Yogi bahkan sempat melontarkan kritik membangun tentang respons polisi terhadap laporan warga. Yang menarik, kritik tersebut diterima dengan lapang dada dan dijawab dengan solusi konkret. Inilah yang membuat NGOBRAS berbeda: warga tidak hanya didengar, tetapi juga dilibatkan dalam mencari jalan keluar.

Yogi berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di Desa Ngompro. "Wilayah Ngawi kan luas. Mungkin di desa-desa lain juga perlu dikunjungi seperti ini," pungkasnya. Harapan itu menjadi catatan penting bagi Polres Ngawi untuk terus menggelar NGOBRAS di berbagai pelosok. Karena pada akhirnya, keamanan bukanlah produk yang bisa diproduksi sepihak oleh polisi. Ia adalah hasil dari dialog yang hangat, dari secangkir kopi yang diminum bersama, dari kerelaan untuk mendengar dan didengar.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar