Bukan Sekadar Kopi: Gerobak Wedangan Polres Ponorogo Jadi Ujung Tombak Sosialisasi Kamtibmas


Di tengah berbagai program kepolisian yang serba formal dan berbalut pengeras suara, Polres Ponorogo memilih jalan berbeda. Mereka mendorong gerobak wedangan keliling, membagikan kopi dan teh gratis, lalu duduk bersama warga di emperan toko dan teras rumah. Program yang digagas langsung oleh Kapolres AKBP Andin Wisnu Sudibyo ini menyasar akar budaya masyarakat Ponorogo yang gemar ngopi sambil ngobrol ringan. Kanit Pamapta Ipda John Anderson Batara Aryasena menuturkan bahwa pendekatan ini sengaja dirancang untuk mencairkan suasana. Setelah warga merasa nyaman barulah petugas menyampaikan pesan kamtibmas, termasuk mengedukasi pentingnya Call Center 110 sebagai jalur cepat laporan darurat.

Apa yang membuat program ini efektif? Jawabannya sederhana, tidak ada jarak. Polisi yang biasanya duduk di balik meja atau di dalam mobil patroli, kali ini duduk lesehan di atas tikar sambil menuang kopi ke gelas plastik. Warga jadi bebas bertanya tentang segala hal, mulai dari masalah tilang, laporan kehilangan, hingga tips menjaga rumah saat mudik. Dalam suasana seperti itu, pesan tentang nomor 110 tidak terasa seperti instruksi, melainkan informasi berharga dari teman yang kebetulan berseragam polisi. Sosialisasi berlangsung dua arah, bahkan warga banyak memberi masukan langsung tentang titik-titik rawan di desa mereka.

Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menilai inovasi ini sebagai terobosan yang meruntuhkan sekat psikologis antara polisi dan masyarakat. Kapolres AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan metode serupa di berbagai wilayah. Dari gerobak wedangan itulah, keamanan dan kedekatan dibangun bersama, satu gelas kopi dalam satu waktu.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar