Antisipasi Kepadatan Wisatawan, Polres Probolinggo Perketat Penjagaan di Pintu Masuk Bromo


Libur panjang Kenaikan Isa Almasih selalu menjadi momen paling sibuk bagi kawasan wisata Bromo. Ribuan mobil, motor, dan travel bersiap mengular dari Cemoro Lawang menuju lautan pasir. Menyadari hal itu, Polres Probolinggo sejak Kamis (14/5/2026) mempertebal pengamanan di area loket Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Puluhan personel dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan, memantau keamanan, dan membantu kelancaran wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Langkah ini adalah bentuk kesiapan menghadapi potensi kemacetan dan gangguan kamtibmas selama long weekend.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa fokus utama pengamanan adalah pelayanan. "Kami menyiagakan personel di titik-titik rawan kepadatan, terutama di pintu masuk Bromo. Antisipasi kemacetan dan gangguan keamanan menjadi prioritas," ujarnya Jumat (15/5/2026). Ia menjelaskan bahwa pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan wisatawan bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa. Tanpa pengamanan ekstra, antrean kendaraan bisa menciptakan rasa frustrasi bagi wisatawan yang seharusnya menikmati liburan.

Di sela-sela pengaturan lalu lintas, petugas juga menyelipkan kampanye keselamatan. Wisatawan diimbau untuk selalu waspada, menjaga barang pribadi, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, dan tidak memaksakan diri jika lelah. "Call Center 110 siaga 24 jam jika ada keadaan darurat atau butuh bantuan kepolisian," tambah AKBP Latif. Pesan ini disampaikan secara langsung maupun melalui pengeras suara di titik-titik strategis. Polisi ingin setiap wisatawan merasa ada yang melindungi, sehingga mereka bisa tenang menikmati pesona Bromo.

Penutup dari cerita pengamanan long weekend ini adalah harapan bahwa liburan kali ini menjadi yang terbaik. Polres Probolinggo telah bekerja maksimal di lapangan, namun peran wisatawan juga tidak kalah penting. Dengan saling menjaga dan mematuhi aturan, keindahan Bromo bisa dinikmati tanpa hambatan. Dan ketika semua berjalan lancar, maka bukan hanya polisi yang tersenyum, tetapi juga setiap pengunjung yang pulang dengan kenangan manis dari puncak gunung tertinggi di Jawa Timur itu.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar