Tiga pilar utama harus dibangun untuk menciptakan Humas Polri yang tangguh di era digital, menurut Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam Rakernis Humas 2026 di Jakarta: War Room yang optimal, big data dan artificial intelligence, serta empati dari setiap personel. Ia mengapresiasi peningkatan kualitas strategi manajemen media jajaran Humas, namun menegaskan bahwa pilar-pilar ini harus diintegrasikan menjadi satu kesatuan sistem yang utuh. Humas tidak bisa hanya mengandalkan satu pilar, misalnya teknologi tanpa empati atau empati tanpa data. Ketiganya harus berjalan beriringan untuk membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan. (Avs)
Wakapolri memerintahkan Divisi Humas untuk mengadopsi pendekatan intelligence-led communication dengan memanfaatkan big data dan AI untuk monitoring real-time, analisis cerdas, dan respons cepat terhadap isu viral. War Room Humas harus difungsikan sebagai pusat kendali informasi yang mampu menganalisis tren dan menentukan langkah mitigasi serta amplifikasi secara cepat. Namun ia juga menekankan bahwa semua kecanggihan teknologi itu harus dibungkus dengan komunikasi yang penuh empati. Framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, dan tujuan jelas menjadi panduan setiap produksi konten, namun sentuhan manusiawi tetap tidak boleh hilang. (Avs)
Selain itu, Wakapolri menyoroti internalisasi fungsi kehumasan di seluruh lini Polri sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023. Setiap personel, bukan hanya anggota Humas, harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati. Hal ini menjadi fondasi Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap menuju organisasi modern berbasis teknologi. Lima tujuan utama Polri, mulai dari menjaga kamtibmas hingga penegakan hukum yang humanis, harus dicapai secara terukur dengan dukungan komunikasi publik yang andal. Tanpa empati, teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu membangun jembatan kepercayaan dengan masyarakat. (Avs)
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Wakapolri mengingatkan seluruh jajaran Humas untuk memahami RPJPN 2025-2045, termasuk delapan agenda pembangunan nasional dengan transformasi digital sebagai pilar utama. Komunikasi publik Polri harus selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa Divisi Humas adalah representasi utama Polri di ruang publik. Dengan mengintegrasikan War Room, big data, AI, dan empati, Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication sekaligus menjaga marwah institusi Polri di tengah masyarakat yang semakin cerdas dan kritis.(Avs)

0 Komentar