Ada pemandangan unik di Desa Kedungrejo, Nganjuk, pada Selasa (28/4/2026). Seorang Bhabinkamtibmas, BRIPKA Miftakhul Hadi, K., dari Polsek Warujayeng, terlihat asyik berkeliling dari satu pekarangan ke pekarangan lain, memeriksa tanaman cabai, tomat, sayur kangkung, dan daun bawang milik warga. Ia bukan sedang mencari barang bukti atau mengecek kegiatan mencurigakan; ia sedang memantau program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang digalakkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran polisi modern tidak terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat di sektor pangan yang selama ini kurang tersentuh.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas sebagai penggerak ketahanan pangan adalah komitmen Polri untuk hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat yang strategis. Polri, melalui Bhabinkamtibmas, memberikan motivasi dan pendampingan agar pemanfaatan lahan pekarangan bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan. Program P2B dinilai efektif karena dapat diterapkan di semua jenis lahan, baik yang luas maupun sempit, serta dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan selera makan setiap keluarga. Dengan begitu, program ini inklusif dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki sawah atau kebun besar.
Saat berada di lokasi, BRIPKA Miftakhul menggunakan pendekatan humanis: ia bertanya kabar, lalu perlahan membahas tanaman apa saja yang sedang tumbuh dan apakah ada keluhan tentang hama atau kesuburan tanah. Ia juga mengingatkan warga tentang pentingnya rotasi tanaman agar tanah tidak kehilangan nutrisi. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi, S.H., menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong semua Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan serupa, karena kegiatan ini tidak hanya membantu ketahanan pangan tetapi juga mempererat hubungan antara polisi dan warga. Ketika polisi sering terlihat di kebun warga, rasa percaya dan simpati masyarakat pun meningkat drastis.
Melalui pemantauan yang konsisten dan dialog yang terbuka, sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional diharapkan menjadi program unggulan yang dapat ditiru oleh daerah lain. Bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga soal membangun budaya gotong royong dan kesadaran bahwa setiap keluarga memiliki peran dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Polsek Warujayeng berjanji akan terus melaporkan perkembangan program ini ke Polres Nganjuk sebagai bentuk evaluasi berkala, karena keberhasilan P2B adalah keberhasilan bersama antara polisi, pemerintah desa, dan warga.(Avs)

0 Komentar