Biasanya, mengurus SIM atau STNK adalah agenda individu yang merepotkan. Namun pada Selasa (21/4/2026), Polres Nganjuk melalui program "Polantas Menyapa" mengubahnya menjadi momen kebersamaan keluarga. Di kantor Satlantas, para petugas berbaju adat melayani dengan ramah, sementara di area yang telah disiapkan, anak-anak asyik bermain di wahana dan menikmati camilan. Para orang tua yang datang tidak perlu khawatir meninggalkan anaknya di rumah atau repot mengawasi mereka sambil mengisi formulir. Dengan tema "Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045", Polres Nganjuk berhasil mengubah antrean yang membosankan menjadi perjalanan keluarga yang menyenangkan.
Dari perspektif seorang ibu rumah tangga yang datang bersama suami dan dua anaknya, pengalaman ini seperti piknik kecil. Sambil suaminya mengurus perpanjangan STNK, ia dan anak-anak bermain di wahana yang tersedia. Petugas wanita yang ramah bahkan mengajak anaknya menggambar di meja kecil. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa ide ini muncul dari pengamatan bahwa banyak keluarga yang terpaksa membawa anak ke kantor polisi karena tidak ada pilihan lain. "Kami tidak bisa memaksa masyarakat untuk datang tanpa anak, karena itu tidak realistis. Jadi kami yang harus beradaptasi," ujarnya. Dengan adaptasi itu, Polres Nganjuk justru menemukan formula baru: menjadikan pelayanan publik sebagai aktivitas yang bisa dinikmati bersama keluarga.
Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa inovasi ini juga berdampak pada efisiensi waktu. Ketika anak-anak sibuk bermain, orang tua bisa menyelesaikan urusan administrasi dengan lebih cepat karena tidak ada interupsi. Antrean bergerak lebih lancar, petugas tidak perlu mengulang penjelasan karena orang tua bisa konsentrasi, dan pada akhirnya lebih banyak pemohon yang terlayani dalam waktu yang sama. Data internal mereka menunjukkan bahwa pada hari pelaksanaan program, waktu rata-rata pelayanan per pemohon berkurang hingga 15 persen dibandingkan hari biasa. Ini adalah win-win solution: masyarakat senang karena cepat, polisi senang karena efektif.
Ketika program usai, banyak orang tua yang mengucapkan terima kasih tidak hanya karena urusan mereka selesai, tetapi karena mereka bisa melakukannya tanpa mengorbankan kebersamaan dengan anak. Beberapa dari mereka bahkan mengusulkan agar fasilitas ramah anak ini dijadikan permanen. Polres Nganjuk pun berjanji akan mempertimbangkannya. Dari hari itu, mereka belajar bahwa pelayanan publik tidak harus kaku dan formal. Dengan sedikit sentuhan kehangatan dan pemahaman terhadap kebutuhan keluarga, urusan birokrasi yang paling membosankan sekalipun bisa berubah menjadi kenangan manis. Dan itulah mungkin bentuk paling nyata dari "melindungi anak" dan "memberdayakan perempuan": ketika negara hadir untuk membuat hidup mereka lebih mudah, bukan lebih sulit.(Avs)

0 Komentar