AIPTU Gunardi: Dari Pos Ronda ke Kandang Kambing, Bhabinkamtibmas Multitasking


Banyak orang mengira tugas Bhabinkamtibmas hanya sebatas patroli malam, menghadiri rapat RT, atau menjadi penghubung antara warga dan polsek. Namun AIPTU Gunardi dari Polsek Warujayeng memiliki daftar tugas yang jauh lebih panjang. Pada Selasa (21/4/2026), ia membuktikan bahwa seorang Bhabinkamtibmas juga bisa menjadi pendamping peternak kambing. Dengan sigap, ia mendatangi pekarangan rumah warga Desa Wates, memeriksa kesehatan ternak, mengecek kekuatan kandang, dan berdiskusi tentang strategi meningkatkan produksi. Semua itu dilakukan sambil tetap menyisipkan pesan keamanan dan mengingatkan pentingnya layanan darurat 110. Inilah polisi serba bisa yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh warga.

Dari perspektif warga yang didampingi, kehadiran AIPTU Gunardi terasa seperti memiliki asisten pribadi. Seorang peternak yang sudah lanjut usia mengaku kesulitan membersihkan kandang sendiri karena keterbatasan fisik. AIPTU Gunardi tidak hanya memberi saran, tetapi juga membantu memanggil karang taruna setempat untuk gotong royong membersihkan kandang setiap minggu. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mendengar cerita ini dan menyebutnya sebagai praktik terbaik yang harus dicontoh. "Bhabinkamtibmas tidak boleh sekadar memberi perintah atau imbauan. Mereka harus turun tangan, menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penyampai masalah," tegasnya.

Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa kegiatan pemantauan ternak ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan yang partisipatif. AIPTU Gunardi menginisiasi grup WhatsApp khusus peternak kambing di Desa Wates, di mana mereka bisa saling memberi tahu jika ada kejadian mencurigakan. Grup ini juga menjadi saluran cepat untuk menyebarluaskan pesan dari polsek, seperti imbauan waspada pencurian ternak atau perubahan jam patroli. Nomor layanan darurat 110 juga disimpan di deskripsi grup, sehingga setiap anggota bisa mengaksesnya kapan saja. Ini adalah contoh pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan efektivitas keamanan kolektif.

Saat sore menjelang, AIPTU Gunardi mengakhiri kunjungannya dengan janji akan kembali dalam dua minggu untuk mengecek perkembangan. Para peternak yang tadinya canggung dengan kehadiran polisi, kini justru menanyakan kapan ia akan datang lagi. Polres Nganjuk melalui kegiatan ini membuktikan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak pernah statis. Mereka bisa menjadi polisi, peternak, tetangga, teman diskusi, bahkan tukang bersih kandang sekaligus. Yang terpenting adalah kehadiran mereka membawa rasa aman dan manfaat nyata. Dan ketika warga sudah tidak lagi memandang polisi sebagai sosok yang menakutkan, tetapi sebagai mitra dalam keseharian, maka keamanan akan tercipta dengan sendirinya. Itulah inti dari Bhabinkamtibmas yang sesungguhnya.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar